Babel Perkenalkan Kain Cual dan Batik ke Malaysia

  • 06 Feb 2026 13:05 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memperkenalkan dan menjajaki peluang pasar eskpor kain cual dan batik asal Bangka Belitung ke Kuala Lumpur Malaysia.

Cual dan batik asal Babel diperkenalkan langsung oleh para pelaku usaha kepada Atase Perdagangan Indonesia di Kuala lumpur atas kerjasama Disperindag Babel bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) pada acara Business Pitching, Kamis 5 Februari kemarin.

Pelaku usaha tersebut diantaranya, CV Media 46 Merk Ishadi Cual, dan CV Sepiak Belitong Merk Sepiak, serta Tanah Wari, Batik Kampung Katak, menampilkan profil usaha dan produknya masing-masing.

Perwakilan Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, Aziza Rahmaniar menjelaskan, karakteristik produk fashion yang sesuai dengan permintaan negara Malaysia adalah tidak menerima produk batik dalam bentuk kain.

“Batik Indonesia dan Malaysia memiliki kemiripan mengingat asal muasal dulunya merupakan budaya nusantara tanpa border.  Contohnya motif tenun Kerajaan Pahang yang penenunnya juga didatangkan khusus dari tenaga penenun Palembang yang memiliki keahlian khusus dan kekerabatan yang erat dengan kesultanan Pahang,” ujarnya.

Menurutnya, pangsa pasar di Malaysia untuk cual/tenun premium Babel yang kurang lebih seharga RM1500 dinilai relatif mahal sehingga akan sulit mencari buyer.

Selain itu, untuk dapat masuk pasar Malaysia, agar tidak menonjolkan ikon atau kebanggaan Indonesia tertentu yang mungkin tidak dikenal konsumen di Malaysia, namun dapat dikombinasikan motif tertentu dengan ikon Malaysia seperti Petronas. 

"Untuk motif tertentu yang tidak digunakan untuk pakaian harian dapat berkolaborasi dengan butik atau mengikuti pameran, misalnya Pameran MIHASS. Harga ritel yang bisa masuk dipasar Malaysia sekitar RM30-40 memiliki potensi yang besar," katanya.

Selain itu, alternatif lain bekerjasama dengan fashion Malaysia yang biasa menyelenggarakan fashion show dan pameran di hotel bintang lima. Setelah mengikuti pameran, pelaku usaha diarahkan melakukan B to B dengan pelaku usaha Malaysia dan disertai dengan promosi yang efektif,seperti Tiktok dan Shopee Malaysia.

Dirinya mencontohkan, produk sukses asal Indonesia seperti spageti wow, Tabole Bole dan Produk fashion Damakara yang menyedot perhatian masyarakat di Malaysia melalui medsos tersebut atau mengusahakan kolaborasi dengan model Indonesia yang berdomisili di Malaysia melalui ajang tertentu.

" Akan lebih efektif lagi apabila dilakukan pameran berturut-turut selama 3 tahun agar dikenal dan dingat oleh peminat atau calon buyer di Malaysia.Penting sekali disadari bahwa ekspor itu tidak boleh menjadi euphoria tetapi harus mengedepankan kelengkapan dokumen kepabeanan untuk menghindari kerugian-kerugian serta dampak perdagangan yang dapat berimbas ke permasalahan hukum,” ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Pengembangan Ekspor Disperindag Provinsi Bangka Belitung Agus Setio Rini mengatakan, kiranya sinergitas yang dibangun antar pihak baik pemerintah daerah, KBRI dan Atase Perdagangan, kementerian maupun institusi vertikal mampu mendorong produk UMKM Babel masuk pangsa pasar ekspor.

"Saya berharap, diawal tahun melalui sinergitas yang dibangun bersama Bea Cukai Pangkalpinang dan DKUKM Provinsi Babel dapat bersama-sama mendorong UMKM masuk pangsa pasar ekspor,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....