Umbul Mantram Awali Grebeg Sudiro Sambut Imlek

  • 06 Feb 2026 09:30 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Tradisi Umbul Mantram berlangsung meriah di Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Solo, Kamis 5 Februari 2026. Kirab gunungan tersebut menandai dimulainya rangkaian Grebeg Sudiro dalam menyambut Hari Raya Imlek 2026.

Warga dari berbagai kalangan usia tampak mengenakan busana adat Jawa dan Tionghoa sambil membawa sesaji, tumpeng, serta jodang. Prosesi kirab dimulai dari kantor Kelurahan Sudiroprajan, melintasi sejumlah jalan utama seperti Jalan RE Martadinata, Jalan Cut Nya Dien, Jalan Ir Juanda, hingga Jalan Jenderal Urip Sumoharjo sebelum kembali ke titik awal.

Antusiasme terlihat dari keterlibatan pejabat daerah, tokoh lintas agama, serta masyarakat setempat yang mengikuti rangkaian kegiatan. Tradisi ini juga menjadi sarana doa bersama agar masyarakat tetap rukun serta terhindar dari perpecahan.

Sie Acara Umbul Mantram, Felisiana Maria Asri Widiasih menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian awal dari rangkaian Grebeg Sudiro. "Kami itu kegiatan rangkaian Umbul Mantran itu awal dari acara Grebeg Sudiro. Jadi rangkaian awal untuk acara adalah Umbul Mantran adalah ucapan syukur," ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas berkah yang diterima. "Umbul Mantran itu lah merupakan proses upacara sakral dan rasa syukur kita kepada Tuhan," ucapnya.

Menurutnya, prosesi dilengkapi sesaji yang sarat makna dan filosofi kehidupan. "Sesaji itu ada simbol nilai-nilai, falsafahnya, falsafah hidup," katanya.

Ia juga menuturkan kirab melibatkan berbagai unsur masyarakat dan budaya. "Kirab itu nanti, kita biasanya ada ritual Jawanya. Ritual Jawanya kan tidak hanya kita sendiri, kita bersama Padepokan Brojobuwono," ujarnya.

Selain itu, tradisi ini menjadi simbol pembauran masyarakat Jawa dan Tionghoa di Sudiroprajan. "China dan Jawa, kompak banget istilahnya gitu," ucapnya.

Felisiana menyebutkan kegiatan juga diisi doa lintas agama dan hiburan bagi masyarakat. "Setelah selesai acara seremonial, acara hiburan Mas, hiburan kali ini kita pakai Guyon Maton yang dari apa, dari Siwedari, Mas," katanya.

Usai kirab, warga melakukan ngalap berkah dengan memperebutkan makanan, bahan pangan, dan unggas yang dibawa dalam prosesi. (Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....