Perpustakaan Digital jadi Benteng Edukasi Cegah Penyebaran Hoaks

  • 03 Feb 2026 20:28 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Pengembangan perpustakaan digital dinilai berperan penting sebagai sarana edukasi masyarakat dalam mencegah penyebaran hoaks di tengah derasnya arus informasi digital.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bangka, Mina, menegaskan perpustakaan tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menjadi rujukan informasi yang valid dan tepercaya.

Hal itu disampaikannya dalam Dialog Interaktif Literasi Digital bertema Perpustakaan Go Digital yang disiarkan RRI Sungailiat, Selasa 3 Februari 2026.

Menurut Mina, kemudahan akses informasi melalui media digital kerap tidak diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memverifikasi kebenaran informasi.

“Perpustakaan digital hadir sebagai sumber informasi yang telah melalui proses kurasi, sehingga dapat menjadi pembanding terhadap informasi yang beredar di media sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penguatan literasi digital menjadi kunci agar masyarakat mampu mengenali hoaks, tidak mudah terprovokasi, serta lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi.

“Budaya membaca dan kebiasaan memeriksa sumber informasi perlu terus dibangun, dan perpustakaan punya peran strategis di situ,” katanya.

Mina menambahkan, melalui perpustakaan digital, masyarakat didorong untuk mengakses referensi resmi, data, dan literatur yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga ruang penyebaran hoaks dapat ditekan.

Sementara itu, Iska pendengar asal Sungailiat menyambut positif peran perpustakaan digital sebagai sumber informasi tepercaya di tengah maraknya penyebaran hoaks. 

Ia menilai, kehadiran perpustakaan digital membantu masyarakat mendapatkan referensi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus meningkatkan kesadaran untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di ruang digital.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....