Pengamat: Daya Saing UMKM Bengkulu Cukup Potensial
- 03 Feb 2026 09:15 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bengkulu menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan di awal tahun 2026, ditandai dengan mulai dikenalnya sejumlah produk lokal di pasar nasional sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, perkembangan tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan struktural yang perlu segera dibenahi agar UMKM mampu bersaing secara berkelanjutan.
Bengkulu memiliki beragam produk unggulan berbasis sumber daya alam seperti kopi, jeruk kalamansi, dan kerupuk keite Kaur. Produk-produk tersebut dinilai memiliki nilai jual tinggi, namun belum sepenuhnya ditopang oleh sistem pemasaran dan distribusi yang kuat, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital dan perluasan akses pasar.
Dosen Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Andi Azhar, menilai posisi UMKM Bengkulu saat ini berada dalam fase potensial tetapi penuh tantangan. “Daya saing UMKM Bengkulu sebenarnya cukup menjanjikan, namun masih menghadapi tantangan struktural seperti persoalan logistik dan legalitas usaha,” ujar Andi, 1 Februari 2026.
Pemanfaatan teknologi digital di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bengkulu dinilai masih belum berjalan secara optimal, terutama dalam mendukung promosi dan pemasaran produk. Kondisi ini membuat daya jangkau pasar UMKM masih terbatas dan belum mampu memaksimalkan peluang yang tersedia di era ekonomi digital.
| Baca juga: Warga Bengkulu Nobar Semifinal Piala Dunia |
“Sekitar 44 persen pelaku UMKM di Bengkulu belum menggunakan teknologi digital secara maksimal. Banyak di antaranya sudah memiliki media sosial, namun belum mampu mengelola marketplace secara profesional,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM di Bengkulu, Alpin, menyebut persaingan usaha saat ini semakin ketat, terutama bagi pelaku jajanan pasar. “Kita harus lebih berinovasi dibanding UMKM lain yang menjual produk sama, supaya lapak punya ciri khas dan bisa bertahan,” katanya.
Disisi lain, inisiatif pemerintah daerah dalam menghadirkan kawasan ekonomi baru seperti Belungguk Point dan Balai Buntar diharapkan mampu menjadi motor penggerak terciptanya ekosistem ekonomi kreatif yang lebih tertata dan berdaya saing. Keberadaan kawasan tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi UMKM lokal untuk berkembang, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas akses pasar di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....