Kepala OJK Bangka Belitung Resmi Dikukuhkan

  • 02 Feb 2026 10:41 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.DI, Pangkalpinang - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Eko Wijaya resmi dikukuhkan. Eko menggantikan posisi Pelaksana Tugas (PLt) Kepala OJK Babel sebelumnya Wahyu Mardiansyah.

Deputi Komisioner Hubungan Internasional, APU-PPT, dan Daerah Otoritas Jasa Keuangan RI Bambang Mukti Riyadi, Gubernur Babel diwakili Penjabat Sekda Babel dan instansi lainnya menyaksikan pengukuhan Kepala OJK Babel itu di Kantor Gubernur, Senin 2 Februari 2026.

Bambang mengatakan Babel sedang mengupayakan transisi ekonomi. Sehingga itu merupakan pesan bagi OJK Babel karena hadirnya OJK di daerah memiliki komitmen untuk terus berhubungan dengan masyarakat dengan menunjukkan efektivitas koordinasi, memberikan ruang dan kesempatan usaha kepada seluruh komunitas lokal, terutama yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi dan transisi untuk memperkuat struktur perekonomian.

“Dengan demikian, kebijakan dan program-program yang kita jalankan dapat dilaksanakan secara lebih ekspansif, inklusif, serta memberikan nilai tambah dan pemberdayaan bagi masyarakat,” kata Bambang.

Ia mengucapkan selamat kepada pejabat yang dikukuhkan, sekaligus kembali menguatkan agar pelaksanaan mandat yang telah diberikan dapat berjalan dengan baik dan berhasil.

“Saya berharap pengukuhan ini dapat menjadi langkah untuk melanjutkan penguatan peran OJK di daerah, dengan tetap menjunjung nilai integritas, profesionalisme, serta tata kelola yang semakin baik,” ujarnya.

Ke depan, tantangan pelaksanaan tugas OJK akan semakin kompleks, seiring dengan meningkatnya kewenangan dan ekspektasi publik. Oleh karena itu, hal ini menuntut kapasitas kepemimpinan yang kuat, responsif, serta mampu membangun kolaborasi yang efektif.

“Keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi kantor OJK di daerah sangat bergantung pada kemampuan pimpinan dan jajaran dalam menjaga integritas, kewenangan, serta tata kelola, sekaligus memastikan komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Sementara, Pj Sekda Bangka Belitung, Ferry Aprianto mengatakan, peran OJK sangat strategis, tidak hanya sebagai lembaga pengawas sektor jasa keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berintegritas. 

“Di tengah dinamika perekonomian global dan tantangan ekonomi nasional, kehadiran OJK di daerah menjadi garda terdepan dalam memastikan industri jasa keuangan tetap tumbuh secara prudent(bijaksana) serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ferry.

Ia menjelaskan, Provinsi Bangka Belitung saat ini sedang berada dalam masa transisi ekonomi. Babel sedang berupaya melakukan diversifikasi ekonomi agar tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan, tetapi juga mulai menguatkan sektor pariwisata, pertanian, kelautan, maupun ekonomi kreatif.

Dalam masa transisi ini, peran OJK sangat vital sebagai "dirigen" dalam harmoni sektor jasa keuangan. 

“Hadirnya OJK tidak hanya bertindak sebagai pengawas administratif, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi, khususnya dalam akselerasi literasi dan inklusi keuangan masyarakat, penguatan pembiayaan ke sektor produktif, serta perlindungan konsumen jasa keuangan di wilayah Bangka Belitung,” ujarnya.

Oleh karena itu, hal ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara OJK, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Dengan sistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berintegritas, kita optimistis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....