Labuhan Sarangan, Ritual Bersih Desa yang Menjaga Spiritualitas Masyarakat Lereng Lawu
- 31 Jan 2026 22:30 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan – Labuhan Sarangan bukan hanya menjadi daya tarik wisata di Magetan, tetapi juga ritual spiritual masyarakat lereng Gunung Lawu. Setiap tahun, tradisi ini digelar pada Jumat Pon bulan Ruwah atau Syaban, dengan pelarungan tumpeng besar sebagai ungkapan syukur dan doa untuk keselamatan serta kemakmuran warga.
Bupati Magetan, Nanik Sumantri, mengatakan, “Tradisi Labuhan Sarangan sarat nilai spiritual dan mengajarkan kebersamaan. Ritual ini mempererat solidaritas warga serta menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.”
Pada Jumat (16/1/2026), acara diawali dengan kirab sesaji dari Pasar Sarangan menuju Telaga Sarangan. Ratusan peserta mengenakan pakaian adat sambil mengiringi tumpeng dan perlengkapan ritual sebelum dilarung ke telaga.
Kepala Lembaga Adat Magetan, Suryadi, menambahkan, “Pelaksanaan Labuhan bukan hanya sekadar prosesi budaya, tapi juga sarana mendidik generasi muda untuk menghormati tradisi leluhur.”
Penetapan Labuhan Sarangan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) menjadi pengakuan resmi dari pemerintah, sekaligus dorongan bagi Magetan untuk mengangkat tradisi ini ke level nasional.
Menurut Dinas Pariwisata, kehadiran pengunjung dalam tradisi ini memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi warga sekitar, terutama pedagang dan pelaku usaha pariwisata di kawasan Telaga Sarangan.
Ritual Labuhan Sarangan menegaskan bagaimana kearifan lokal dapat menjadi pengikat sosial, menjaga kesakralan alam, serta melestarikan budaya yang diwariskan turun-temurun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....