BPOM Pastikan Susu Formula di Indonesia Aman
- 31 Jan 2026 18:33 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memastikan seluruh produk susu formula yang beredar di Indonesia aman untuk dikonsumsi. Penegasan ini disampaikan menyusul adanya penarikan terbatas produk susu formula di sejumlah negara Eropa dan beberapa wilayah lain di dunia. BPOM menjelaskan, di Indonesia hanya dua batch susu formula merek S-26 Promil Gold pHPro 1 produksi PT Nestlé Indonesia yang dihentikan sementara peredarannya. Kedua batch tersebut ditarik sebagai langkah kehati-hatian dan tidak berkaitan dengan seluruh produk susu formula yang ada di pasar nasional. Produk yang dimaksud masing-masing memiliki nomor izin edar ML 562209063696 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1. Penarikan dilakukan setelah BPOM menerima notifikasi dari otoritas keamanan pangan internasional terkait potensi kontaminasi toksin cereulide pada produk susu formula di beberapa negara.
BPOM menegaskan, selain dua batch tersebut, tidak ada merek atau produk susu formula lain yang ditarik dari peredaran di Indonesia. Lembaga ini juga telah meminta PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan sementara distribusi dan importasi produk terkait, serta melakukan penarikan sukarela (voluntary recall) di bawah pengawasan BPOM.
Dilansir dari laman, infopublik.id, BPOM menyebutkan pengawasan terhadap produk pangan dilakukan secara berlapis, mulai dari sebelum beredar hingga setelah berada di pasaran. Koordinasi dengan otoritas pengawas pangan internasional juga terus dilakukan guna memastikan keamanan, mutu, dan kandungan gizi produk pangan di Indonesia.
Hingga saat ini, BPOM menyatakan belum menerima laporan resmi terkait kasus gangguan kesehatan atau keracunan di Indonesia yang berhubungan dengan konsumsi susu formula tersebut.
BPOM mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Konsumen juga diminta menerapkan prinsip Cek KLIK, memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa, sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan olahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....