Retreat Merah Putih, Pemprov Bengkulu Hadir untuk Warga
- 29 Jan 2026 19:11 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Retreat Merah Putih yang digelar Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak hanya berfokus pada penguatan spiritual aparatur, tetapi juga dipadukan dengan kegiatan sosial langsung di tengah masyarakat. Para peserta ditugaskan mendata berbagai persoalan warga, mulai dari anak yatim, rumah tidak layak huni, hingga masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan.
Kegiatan tersebut dibuka Pj Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, pada Retreat Merah Putih Angkatan ke-8 di Masjid Raya Baitul Izzah, Kamis (29/1). Retreat ini diikuti pegawai dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Bengkulu.
“Kalau ada anak yatim, bisa dilaporkan dan dijadikan anak asuh. Kalau rumah tidak layak, kita programkan bedah rumah. Yang belum punya jaminan kesehatan kita buatkan, dan yang kesulitan pangan kita bantu sembako,” kata Herwan.
Herwan Antoni menjelaskan, retreat merupakan bentuk latihan rohani bagi aparatur pemerintah untuk meningkatkan iman dan kedisiplinan melalui pemakmuran masjid. Menurutnya, masjid menjadi pusat pembinaan spiritual sebagaimana dicontohkan Rasulullah dan para sahabat.
“Tugas mereka adalah menjalankan kegiatan rohani, bagaimana meningkatkan spiritual dan iman dengan menjalankannya di masjid. Karena cara Rasulullah dan para sahabat dalam meningkatkan iman adalah dengan memakmurkan masjid,” ujarnya.
Selama 72 jam, peserta dibiasakan menjalankan ibadah secara disiplin, mulai dari shalat lima waktu tepat waktu, memperbanyak ibadah sunnah, zikir, hingga membaca Al-Qur’an. Peserta juga dilatih bermusyawarah, bertaklim, serta bersosialisasi dengan masyarakat sekitar masjid.
Ia menegaskan, Retreat Merah Putih menjadi kombinasi antara penguatan spiritual dan kepedulian sosial sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Melalui program ini, aparatur diharapkan lebih peka terhadap kebutuhan dasar warga.
Sementara itu, Koordinator Retreat Merah Putih, Syafriandi, mengatakan program ini merupakan bagian dari inisiatif Red Team Merah Putih yang dibentuk Gubernur Bengkulu. Program tersebut lahir dari kesadaran atas banyaknya bencana dan persoalan sosial di daerah.
“Kalau di pemerintah pusat ada mitigasi bencana, maka di Provinsi Bengkulu kita tambahkan mitigasi langit. Salah satu programnya adalah Retreat Merah Putih,” ujar Kepala Dinas Perikanan Provinsi Bengkulu itu.
Syafriandi menjelaskan, retreat dilaksanakan selama tiga hari atau 72 jam, mulai Kamis hingga Minggu. Angkatan ke-8 ini diikuti 67 peserta dari 11 OPD dan dilaksanakan di enam masjid yang tersebar di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah.
Hingga angkatan ke-8, total peserta Retreat Merah Putih telah mencapai 458 orang dan program ini akan terus dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....