Sejumlah SDN di Solo Hadapi Kekurangan Guru

  • 29 Jan 2026 14:24 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Surakarta kini tengah menghadapi kekurangan tenaga pendidik yang mengancam efektivitas pelayanan belajar mengajar di ruang kelas. Kekosongan ini banyak dipicu oleh adanya mutasi guru lama yang diangkat menjadi kepala sekolah di tempat lain per Januari 2026.

Plt Kepala SDN Banyuanyar 1, Suyanto, mengungkapkan pihaknya terpaksa melakukan strategi bongkar pasang guru untuk mengisi kekosongan di kelas 6. Mengingat persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sudah sangat dekat, guru kelas 3 ditarik ke kelas 6, sementara posisi kelas 3 diisi oleh guru olahraga.

"Ini sangat mengganggu sekali karena tidak bisa terlayani secara maksimal. Yang namanya wali kelas itu kan harus menyiapkan nilai hingga raport, sementara sekarang diampu guru olahraga yang penguasaan teknis administrasinya tentu berbeda dengan guru kelas," ujar Suyanto saat memberikan penjelasan, Kamis, 29 Januari 2026.

Kondisi serupa terjadi di SDN Danukusuman, sehingga pihak sekolah terpaksa menggabungkan dua kelas paralel menjadi satu ruangan demi efisiensi guru. Wakil Kepala Sekolah SDN Danukusuman, Aulia Wulandari, menyebut langkah ini diambil sejak awal Januari karena guru sebelumnya mendapatkan tugas baru sebagai kepala sekolah.

Aulia menambahkan penggabungan kelas A dan B yang totalnya mencapai 43 siswa dilakukan agar anak-anak tidak telantar saat jam pelajaran. Namun, tantangan muncul saat ada kegiatan dinas luar atau pertemuan guru, yang seringkali menyebabkan jam pelajaran hanya diisi dengan pemberian tugas mandiri tanpa pengawasan maksimal.

"Harapannya secepatnya kami diberi guru pengganti karena sekolah tidak boleh lagi mencari guru tamu atau honorer sendiri. Kami harus pintar-pintar mengatur jadwal supaya kelas tidak kosong, kasihan anak-anak apalagi kelas 6 mau ujian praktek," kata Aulia menegaskan.

Pihak sekolah kini hanya bisa berharap Dinas Pendidikan segera mendistribusikan tenaga pendidik baru untuk mengisi kursi yang kosong. Kebutuhan guru kelas di jenjang SD dinilai sangat mendesak karena peran wali kelas bersifat sentral dalam memfasilitasi kebutuhan akademik maupun psikologis siswa di sekolah. (Dania/Wida)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....