Perbarui DTSEN, Dinsos Kota Kediri Edukasi Masyarakat
- 28 Jan 2026 21:12 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Untuk memperkuat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Elektronik (DTSEN) di Kota Kediri, Dinas Sosial menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek).
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan akurasi dan validitas data sosial ekonomi masyarakat Kota Kediri.
Pada agenda yang terlaksana Rabu, 28 Januari 2026 di salah satu hotel di Kota Kediri tampak dihadiri oleh sejunlah masyarakat. Mulai dari pekerja dan relawan sosial yang terdiri anggota Tim Reaksi Cepat (TRC), TAGANA, Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS), Kemsos, serta pegawai Dinas Sosial Kota Kediri.
Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttaqin menyebutkan, pentingnya pembaharuan DTSEN dalam rangka mendukung pengambilan kebijakan berbasis data yang lebih akurat.
"DTSEN adalah alat yang sangat penting untuk mendokumentasikan kondisi sosial ekonomi masyarakat, baik itu mengenai alamat, anggota keluarga, maupun kondisi ekonomi mereka," ujarnya.
Namun, jelas Imam, saat ini masih banyak laporan yang menyebutkan bahwa data DTSEN tidak selalu menggambarkan kondisi riil di lapangan. Oleh karena itu, tahun ini Dinas Sosial Kota Kediri berkomitmen melakukan verifikasi dan validasi data secara mandiri.
Imam menambahkan, bimtek ini menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, yang memberikan materi terkait teknis pembaharuan dan validasi data dalam DTSEN.
"Materi ini diharapkan dapat membantu peserta memahami secara mendalam cara mengumpulkan, memverifikasi, dan memperbaharui data agar lebih mencerminkan kondisi masyarakat secara faktual," katanya.
Ia mengemukakan, pada pertemuan ini, pihaknya ingin memastikan bahwa data yang ada dalam DTSEN benar-benar mewakili kondisi masyarakat yang sesungguhnya. Khususnya, di wilayah-wilayah yang menjadi fokus, seperti Desil 1 dan 2.
"Kami mengimbau kepada peserta Bimtek agar benar-benar memperhatikan materi yang disampaikan narasumber, serta langsung bertanya apabila terdapat hal-hal yang kurang dimengerti," ujarnya.
Imam berharap, para relawan dan pekerja sosial dapat lebih efektif dalam melaksanakan tugas. Khususnya, ketika terjun ke lapangan dalam melakukan verifikasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....