Apa itu gas SO2 dan Dampaknya Bagi Sekitar?

  • 28 Jan 2026 20:37 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri- Namanya adalah Sulfur Dioksida (SO2), jenis gas yang telah lama dikenal sebagai salah satu penyebab iritasi pada sistem pernafasan manusia, seperti pada slaput lender hidung, tenggorokan dan saluran udara di paru-paru.  

Dikutip dari Global Atmosphere Globe, pada wilayah perkotaan, yang menjadi sumber sulfur utama adalah kegiatan pembangkit tenaga listrik, terutama yang menggunakan batu bara ataupun minyak diesel sebagai bahan bakarnya, dan juga gas buang dari kendaraan-kendaraan yang menggunakan diesel dan industri yang menggunakan minyak mentah.

Efek kesehatan akibat menghirup atau terpapar Sulfur Dioksida, menjadi lebih buruk pada penderita asma. Disamping itu SO2 terkonversi di udara menjadi pencemar sekunder seperti aerosol sulfat. 

Aerosol yang dihasilkan sebagai pencemar sekunder umumnya mempunyai ukuran yang sangat halus sehingga dapat terhisap dengan mudah ke dalam sistem pernafasan bawah manusia.

Berdasarkan catatan Minnesota Pollution Control Agency, Sulfur dioksida adalah salah satu dari enam polutan udara umum yang disebut Polutan Kriteria (US EPA). Polutan kriteria tunduk pada Standar Kualitas Udara Ambien Nasional primer dan sekunder berdasarkan Undang-Undang Udara Bersih Federal. Standar primer mendefinisikan kualitas udara yang diperlukan untuk mencegah dampak buruk pada kesehatan manusia, sementara standar sekunder ditetapkan untuk mencegah dampak buruk pada lingkungan.

Jika dilihat dari dampak lingkungan akibat pencemaran Sulfur Dioksida, tingginya kadar SO2 di udara juga merupakan salah satu penyebab terjadinya hujan asam. Air hujan yang asam akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. 

Selain itu, SO2 juga dapat mengurangi jarak pandang atau penglihatan seseorang karena gas maupun partikel SO2 mampu menyerap cahaya sehingga menimbulkan kabut.

Secara kronis SO2 juga menyebabkan terjadinya khlorosis pada tanaman. Kerusakan tanaman dapat diperparah dengan kenaikan kelembaban udara. SO2 diudara akan berubah menjadi asam sulfat dan apabila kandungannya cukup tinggi, maka tanaman akan rusak. 

Pun kerusakan oleh pencemaran SO2 juga dialami oleh bangunan yang bahan-bahannya berasal dari batu kapur, batu pualam, atau dolomit. Efek dari kerusakan ini akan tampak pada penampilannya, integritas struktur, dan umur dari gedung tersebut yang terlihat lebih usang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....