Sekolah Maluku Tengah Jadi Rujukan Pendidikan Daerah Terpencil
- 28 Jan 2026 14:56 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon- Keberhasilan transformasi pendidikan di wilayah kepulauan Maluku Tengah menarik perhatian nasional. Sebanyak 27 peserta workshop kebijakan publik dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, melakukan kunjungan belajar ke SDN 216 dan SDN 202 Maluku Tengah pada Selasa (27/1/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari program Australia Awards Indonesia (AAI) dan kemitraan SKALA. Para peserta ingin melihat langsung bagaimana daerah dengan tantangan geografis ekstrem—di mana 95,8% wilayahnya adalah lautan—mampu melakukan inovasi layanan dasar yang luar biasa.
Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, mengungkapkan bahwa kunci perubahan ini adalah kolaborasi luas dengan berbagai pihak, termasuk kemitraan INOVASI.
"Kami harus berkolaborasi agar mampu meningkatkan mutu pendidikan di tengah keterbatasan distribusi guru dan akses teknologi," ujarnya.
Salah satu terobosan paling mencolok adalah pengadaan internet satelit berkecepatan tinggi melalui Starlink. Teknologi ini berhasil menghubungkan 30 sekolah di wilayah pegunungan dan kepulauan 3T yang selama delapan dekade terisolasi dari dunia digital.
Selain teknologi, pemerintah daerah juga mewajibkan pengembangan kompetensi guru setiap minggu melalui Instruksi Bupati Nomor 420/04/INS/2025. Dana lebih dari Rp4,5 miliar pun dikucurkan khusus untuk pelatihan guru berkelanjutan.
Prestasi Melejit di Tengah Lautan
Dampak kebijakan ini sangat nyata. Data menunjukkan:
Literasi & Numerasi: Skor literasi naik menjadi 47,13 poin dan numerasi melonjak ke 44,28 poin.
Partisipasi Sekolah: Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7-15 tahun mencapai 99,68%.
Budaya Belajar: Guru semakin aktif dalam kelompok kerja dan persiapan mengajar lebih profesional.
Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi ini.
Ia menegaskan kebanggaannya mendukung penguatan ekosistem pendidikan yang inklusif dan menyenangkan di Maluku Tengah.
Sementara itu, Dian Suryanata, peserta dari Kalimantan Utara, mengaku terinspirasi.
"Komitmen kepala daerah di sini luar biasa. Implementasi di lapangan membuat pendidikan dasar di Maluku terasa istimewa, bahkan seperti pembelajaran di luar negeri," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....