Pemkab Kerinci Siapkan Jalur Evakuasi Lingkar Barat

  • 28 Jan 2026 11:33 WIB
  •  Sungaipenuh

KBRN, Sungai Penuh:  Upaya Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana alam terus dilakukan secara bertahap. Salah satu fokus utama yang kini mendapat perhatian adalah optimalisasi Jalur Evakuasi Lingkar Barat, yang disiapkan sebagai jalur penyelamatan warga di daerah rawan bencana.

Jalur Lingkar Barat mulai dirintis sejak 2011 dan memiliki panjang sekitar 60 kilometer. Jalur ini menghubungkan sejumlah desa di wilayah Kecamatan Kayu Aro Barat, seperti Desa Belui Tinggi, Air Terjun, Siulak Kecil, Sungai Gelampeh, hingga Batu Hampar.

Keberadaan jalur ini tidak hanya difungsikan sebagai akses evakuasi saat terjadi bencana alam seperti longsor, banjir, maupun gempa bumi, tetapi juga menjadi jalur alternatif penghubung antarwilayah. Dengan demikian, mobilitas warga dan petugas tetap dapat terjaga ketika jalur utama mengalami gangguan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kerinci, Maya Novefri, menjelaskan bahwa pembangunan jalur evakuasi tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah dalam meminimalkan risiko bencana.

“Jalur Lingkar Barat diharapkan dapat membantu mempercepat evakuasi masyarakat serta memudahkan distribusi bantuan ke lokasi terdampak bencana,” ungkap Maya, Kamis 8 Januari 2026.

Selain Lingkar Barat, Pemkab Kerinci juga tengah menyiapkan rencana pengembangan Jalur Lingkar Timur. Jalur ini akan menghubungkan Desa Tanjung Tanah, Danau Tinggi, Koto Tuo hingga Sungai Tanduk, yang dirancang sebagai jalur pendukung evakuasi dan distribusi logistik saat kondisi darurat.

Melalui penguatan jaringan jalur evakuasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci menegaskan komitmennya dalam meningkatkan perlindungan keselamatan masyarakat serta membangun sistem mitigasi bencana yang lebih tangguh dan terintegrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....