FOR-PULIH Desak Audiensi Tripartit Selamatkan Danau Kaco

  • 28 Jan 2026 11:17 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Forum Pemuda Peduli Lingkungan dan Hutan (FOR-PULIH) secara resmi melayangkan surat desakan audiensi kepada Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), Jumat 23 Januari 2026. Langkah ini diambil menyusul kondisi darurat sampah yang kian memprihatinkan di kawasan wisata alam Danau Kaco.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan terbaru, FOR-PULIH menemukan tumpukan sampah plastik serta limbah pengunjung yang tidak terkelola dengan baik, mulai dari jalur pendakian hingga bibir danau. Kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip konservasi dan mencederai kelestarian kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Koordinator Lapangan FOR-PULIH, Randi Vitora, menyampaikan bahwa audiensi yang diajukan bersifat tripartit dengan melibatkan tiga pihak utama, yakni BBTNKS, pengelola wisata Danau Kaco, serta FOR-PULIH sebagai representasi masyarakat sipil.

Menurut Randi, FOR-PULIH tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga membawa solusi konkret berupa draf Nota Kesepakatan Bersama (MoU) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Manajemen Sampah yang baru.

“Kami mendesak penerapan sistem check-in dan check-out sampah yang ketat, disertai jaminan identitas pengunjung di pos registrasi. Skema ini telah berhasil diterapkan di Gunung Kerinci dan terbukti efektif menekan pencemaran,” ujarnya.

Selain itu, FOR-PULIH juga mengusulkan penutupan sementara kawasan Danau Kaco untuk dilakukan pembersihan total atau general cleaning. Usulan tersebut, kata Randi, telah mendapat dukungan penuh dari Pembina FOR-PULIH yang juga menjabat sebagai Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kerinci.

“Kami menuntut keadilan ekologis. Danau Kaco harus mendapatkan standar perlindungan yang sama dengan destinasi wisata alam lainnya. Tanpa perbaikan sistem pengelolaan, ekosistem unik Danau Kaco terancam rusak secara permanen,” tegasnya.

FOR-PULIH berharap BBTNKS dapat segera merespons surat permohonan audiensi tersebut agar langkah penyelamatan Danau Kaco dapat dilakukan secara terukur, kolaboratif, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....