Lapas Watampone Perkuat Sinergi Bersih Narkoba Bersama BNNK

  • 27 Jan 2026 18:46 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID.Bone - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone menjalin sinergi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone dalam upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba, Selasa 27 Januari 2026. Audiensi tersebut berlangsung di Kantor BNNK Bone dan menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan Narkotika.

Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, hadir bersama jajaran pejabat struktural dan disambut langsung oleh Ketua BNNK Bone, Risman Sani, beserta Jajaran. Dalam pertemuan tersebut, Rahnianto memaparkan kondisi peredaran narkotika di lingkungan Lapas Watampone, di mana sebagian besar warga binaan menjalani pidana kasus Narkotika.

Ia menegaskan pentingnya penguatan kerja sama yang berkelanjutan dengan BNNK Bone guna mendukung upaya pencegahan dan penindakan secara Terpadu. “Kami memandang penting adanya sinergi yang kuat dengan BNNK Bone, baik dalam aspek pencegahan maupun penindakan, agar pemberantasan narkotika di lingkungan pemasyarakatan dapat berjalan lebih optimal dan Terarah,” Ujar Rahnianto.

Kalapas Watampone juga menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga integritas pegawai serta keterbukaan dalam penanganan indikasi penyalahgunaan Narkotika. Ia berharap apabila ditemukan dugaan keterlibatan oknum pegawai, hal tersebut dapat segera dikoordinasikan dengan BNNK Bone untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan Perundang-undangan.

Selain isu narkotika, Rahnianto turut menyampaikan potensi positif warga binaan, khususnya di bidang seni musik, yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari program Pembinaan. Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan seni dan hiburan dapat menjadi sarana pembinaan yang humanis sekaligus Produktif.

Audiensi ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara Lapas Watampone dan BNNK Bone dalam pencegahan serta pemberantasan peredaran gelap Narkotika. Ke depan, kedua pihak sepakat melanjutkan koordinasi untuk membahas rencana kerja sama teknis, termasuk mekanisme penanganan narkotika dan pengembangan potensi positif warga Binaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....