Ini Pentingnya Mengedepankan Etika Kala Bermedia Sosial
- 27 Jan 2026 09:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Perkembangan dunia digital saat ini semakin pesat. Dari berbagai sendi kehidupan semua keperluan dan kepentingan tetap melibatkan digital.
Salah satunya handphone atau telepon seluler (ponsel). Misalnya absen kantor sekarang sudah beralih pake ponsel, mengirim data atau dokumen kerja, posting dagangan menggunakan ponsel, termasuk membuat undangan sudah tidak perlu menggunakan kertas lagi karena bisa menggunakan undangan digital alias lewat pesan WA, semuanya telah memanfaatkan digital dalam kehidupan keseharian.
“Lewat hape semua masalah akan teratasi, karena data dan foto dokumen penting bisa disimpan dalam hape,” ujar Anang Saptoto yang berprofesi sebagai seniman dan Graphic Designer.
Ketika menjadi narasumber dalam program Obrolan Masyarakat di Programa 1 RRI Yogyakarta beberapa waktu lalu, Anang Saptoto menyatakan, ponsel tidak hanya dibutuhkan kala berkomunikasi, akan tetapi juga berhubungan dengan orang lain di dunia maya lewat gadget-nya.
“Apalagi yang paling simple dengan hapeaja orang bisa menggunakan media sosial. Di sini Masyarakat harus paham aturan dalam bermedsos. Memiliki rasa peka yang tinggi, sebab apa yang ditulis dan dituangkan dimedia sosial harus bisa dipertanggungjawabkan,” kata dia.
Sebelum di-share membuat postingan di media sosial baik itu Instagram, Facebook, atau X harus dipertimbangkan dahulu. Apalagi yang menyangkut orang lain, caranya pandai memfilter diri adalah kuncinya.
“Jangan mudah terpancing dengan komentar-komentar negatif yang tidak bertanggung jawab,” kata Anang.
Lebih lanjut Anang menjelaskan bermedia sosial itu sebuah pilihan dari setiap pribadi, dan tergantung bagaimana pribadi itu bisa mensikapinya. penting baginya tahu literasi digital , dan bermedia sosial sebagai wadah untuk mengekspresikan karya dan usahanya di bidang Graphic Design.
Berbagai macam konten akan muncul di media sosial setiap harinya tentu dengan pilihan yang random. Dari sebuah postingan yang random dengan postingan dan komentar disertai opini netizen yang beragam.
“Menggunakan media sosial seperlunya sesuai kebutuhan dan seperlunya saja. Tidak perlu sampai overthinking, dan ikut-ikutan berkomentar yang enggak penting guna menghindari perang komentar di media sosial,” ucap dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....