FOR-PULIH dan BBTNKS Perkuat Sinergi Selamatkan Danau Kaco

  • 26 Jan 2026 21:48 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Forum Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (FOR-PULIH) menggelar audiensi tripartit bersama Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) dan perwakilan pemuda setempat, Senin 26 Januari 2026, di Kantor Balai Besar TNKS. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam upaya penyelamatan dan pembenahan tata kelola kawasan wisata alam Danau Kaco.

Audiensi berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif, dengan fokus pada penyamaan visi antara otoritas kawasan, masyarakat, dan aktivis lingkungan. Salah satu isu utama yang dibahas adalah urgensi penerapan Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas dan tegas dalam pengelolaan Danau Kaco.

Kepala Bidang PTN Wilayah I BBTNKS, M. Zainuddin, S.P., M.M., menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan konsistensi FOR-PULIH dalam menyuarakan pentingnya standarisasi pengelolaan kawasan konservasi. Ia mengakui bahwa masukan dari pemuda menjadi perhatian serius dan perlu segera ditindaklanjuti.

Koordinator Lapangan FOR-PULIH, Randi Vitora, menegaskan bahwa audiensi ini bukan sekadar menyampaikan keresahan, melainkan menawarkan pola kolaborasi yang lebih profesional dan terukur demi kelestarian Danau Kaco.

“Kami datang membawa gagasan dan komitmen kolaborasi. Keterbukaan pihak Balai untuk mendengar aspirasi pemuda menjadi langkah awal menuju perubahan besar dalam pengelolaan Danau Kaco,” ujar Randi.

Dalam pertemuan tersebut, FOR-PULIH dan BBTNKS sepakat untuk mendorong pembenahan tata kelola kunjungan wisata yang lebih ramah lingkungan dan bertanggung jawab. Meski detail teknis masih dalam tahap pembahasan internal, sinyal dukungan dari pihak Balai dinilai sebagai kemajuan signifikan.

Hasil penting lainnya adalah menguatnya peran pemuda sebagai mitra strategis dalam pengawasan, edukasi, dan perlindungan lingkungan di kawasan TNKS. FOR-PULIH berkomitmen mengawal setiap kebijakan agar selaras dengan prinsip keadilan ekologis dan keberlanjutan.

FOR-PULIH berharap masa penutupan sementara Danau Kaco saat ini dapat dimanfaatkan sebagai momentum evaluasi dan persiapan menuju sistem pengelolaan wisata alam yang lebih tertib, bermartabat, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....