Ritual Balian Ma'mapas Lewu Lapik Gawi Palangka Raya

  • 24 Jan 2026 13:45 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Masyarakat Dayak penganut Agama Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menggelar ritual adat Balian Ma'mapas Lewu Lapik Gawi pada Jumat 23 Januari 2026.

Ritual yang berlangsung di Balai Basarah Tuyang Hasuling Riwut, Kelurahan Pahandut ini bertujuan membersihkan kampung dari pengaruh negatif sekaligus menyucikan lingkungan.

Ritual Ma'mapas Lewu yang berarti penyucian atau pembersihan kampung dari pengaruh buruk dan marabahaya, menjadi upaya krusial dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat Dayak Kaharingan. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan leluhur, serta memohon keberkahan bagi seluruh umat.

Upacara keagamaan yang digelar setiap akhir atau awal tahun ini dihadiri oleh sejumlah tokoh adat, para Basir, pejabat daerah, serta masyarakat dari berbagai latar belakang agama.

Dalam rangkaiannya, disajikan juga berbagai sesajen sebagai persembahan kepada leluhur dan roh penjaga kampung untuk memohon perlindungan dan keselamatan.

Sebelum ritual utama dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan prosesi Tampung Tawar terhadap tujuh orang Basir atau pemuka agama sebagai simbol penyucian agar ritual berjalan lancar. Ritual kemudian dipimpin seorang Basir utama yang didampingi enam Basir lainnya dengan lantunan doa dan mantra adat, serta iringan alat musik tradisional Katambung.

Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Albert Tombak, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa Pemerintah Kota mendukung penuh pelaksanaan ritual adat sebagai upaya pelestarian budaya dan penghormatan terhadap leluhur.

"Pemerintah kota melalui misi religiusnya hadir memberikan support dukungan kepada pengurus Hindu Kaharingan. Harapan kita ke depan ini bisa menjadi wadah dari masyarakat dan generasi kita untuk bisa berkontribusi dalam membangun Kota Palangka Raya, menjaga keamanan dan ketertiban," ujar Albert Tombak.

Sementara, Tokoh Agama Hindu Kaharingan, Sika E Siman menjelaskan tujuan pelaksanaan ritual tersebut adalah untuk membersihkan kampung supaya terhindar dari mara bahaya dan mendapatkan keberkahan.

"Kita melaksanakan ritual yaitu Balian Ma'mapas Lewu Lapik Gawi dengan tujuan membersihkan kampung supaya tetap suci, berkah dan masyarakatnya mendapatkan rezeki yang berlimpah," kata Sika E Siman.

Kegiatan ini tidak dilaksanakan pada siang hari, tetapi sampai malam hari, dimana rombongan para Basir bersama umat Kaharingan melakukan prosesi keliling Kota atau Kampung (Mapas) sambil terus menabuh Katambung untuk mengusir energi negatif.

Bagi masyarakat Dayak, Ma'mapas Lewu menjadi simbol persatuan, kebersamaan, serta upaya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan kehidupan spiritual. Ritual ini menunjukkan kuatnya kearifan lokal yang terus dirawat dan dilestarikan oleh masyarakat Dayak Kaharingan di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....