Kepala Disdik Palangka Raya: Sekolah Harus Steril dari Paham Radikal
- 23 Jan 2026 22:03 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Pemahaman agama yang benar dinilai sangat penting sebagai upaya preventif dalam menangkal masuknya paham radikal, khususnya di lingkungan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang paling steril dari berbagai pengaruh destruktif.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan aparat penegak hukum menjadi kunci penting dalam mendeteksi potensi ancaman sejak dini.
“Seluruh elemen, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga peserta didik, harus aktif menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Sekolah harus menjadi ruang yang penuh kasih, damai, dan terbebas dari pengaruh radikalisme maupun perilaku sadistis,” ujar Jayani di hadapan para kepala sekolah, Rabu 21 Januari 2026.
Sementara itu, Ketua Tim Unit Idensos Pencegahan Satgaswil Kalteng Densus 88 AT Polri, Iptu Ganjar Satriyono, mengungkapkan fakta bahwa penyebaran konten negatif dan paham kekerasan kini semakin masif melalui media yang dekat dengan anak muda, seperti media sosial dan gim daring. Ia mengingatkan, ideologi kekerasan seringkali menyusup secara halus melalui ruang hiburan digital yang tidak disadari oleh anak-anak maupun orang tua.
Ganjar juga menyinggung tragedi yang terjadi pada 7 November 2025, yakni kasus ledakan bom rakitan di SMA Negeri 72 Jakarta yang dilakukan oleh seorang siswa. Berdasarkan hasil penelusuran, pelaku diketahui terdorong oleh rasa kesepian dan pengalaman menjadi korban perundungan.
“Pelaku merasa terasing dan kemudian mencari pelarian di komunitas media sosial global yang mengagungkan kekerasan,” kata Ganjar.
Menurutnya, pencegahan paham radikal dan kekerasan bukan semata menjadi tugas kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif dunia pendidikan dan seluruh elemen masyarakat. Anak-anak, kata dia, merupakan kelompok paling rentan yang harus dilindungi.
“Anak-anak bukanlah sasaran ideologi, melainkan pemilik harapan dan masa depan bangsa. Masa depan mereka terlalu berharga untuk dirusak oleh paham radikalisme dan kekerasan,” ucapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Ganjar berharap para kepala sekolah dapat memperketat pengawasan serta membangun komunikasi yang lebih hangat dan terbuka dengan para siswa, sehingga tidak ada anak yang terjerumus ke dalam komunitas atau pemahaman yang keliru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....