Panggilan Untuk Bertobat dan Mengikuti Yesus 

  • 21 Jan 2026 22:45 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Penyuluh Agama Katolik, Febiyola Silangen mengatakan, ketika Yesus memanggil para murid, meraka bukanlah orang-orang hebat atau terpandang melainkan orang-orang sederhana yang sedang menjalani pekerjaan sehari-hari untuk mencari nafkah.

“Ketika Yesus berkata “ikutilah Aku” mereka segera meninggalkan jala dan mengikut-Nya. Meraka berani melepaskan rasa aman demi menjawab panggilan Tuhan,” kata Febiyola dalam acara Mimbar Agama Katolik di RRI Prosatu Tahuna.

Melalui kisah ini Febiyola menjelaskan, umat-Nya bisa belajar bahwa iman sejati menuntuk keberanian untuk melangkah mengikuti Tuhan meskipun masa depan belum sepenuhnya dipahmai.

Ia menyebut, kesetiaan yang sama juga dijumpai dalam diri Hana, meskipun hidupnya dipenuhi oleh penderitaan dan ia sering disakiti oleh Penina, Hana tidak menjauah dari Tuhan. Ia tetap setia pergi ke rumah Tuhan dan mencurahkan seluruh pergumulannya di dalam doa.

“Sikap Hana mengajarkan kepada kita bahwa iman tidak selalu ditandai dengan kegembiraan melainkan dengan kesetiaan untuk tetap berharap kepada Tuhan bahkan ketika hidup terasa berat dan tidak adil,” ujarnya.

Febiyola menjelaskan, dari kedua kisah tersebut meneguhkan umat-Nya untuk senantiasa setia dan terbuka pada kehendak Tuhan dalam setiap situasi hidup. “Ketika kia sedang berada dalam penderitaan seperti Hana, Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan hati yang jujur dan penuh kepercayaan,” ucapnya.

Ketika mendapat panggilan untuk berubah seperti para murid, Tuhan meminta umat-Nya berani meninggalkan kebiasan lama dan melangkah dalam iman. jika setia dalam doa dan berani menjawab panggilan-Nya kata Febiyola Tuhan akan senantiasa menyertai dan menuntun hidup umat-nya dengan kasih-Nya. (Herlien)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....