Dinkes Pandeglang Perketat Pelayanan Pasca Banjir

  • 20 Jan 2026 14:02 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang kini memfokuskan penanganan pada fase pasca banjir setelah air surut di sejumlah wilayah terdampak. Fokus utama petugas medis saat ini menyasar pada penyakit kulit, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga diare yang mulai menjangkiti warga di posko-posko kesehatan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Pandeglang, Samsudin mengungkapkan, tren penyakit kulit menjadi yang paling dominan, terutama di kalangan anak-anak. Kondisi ini dipicu oleh aktivitas anak-anak yang kerap bermain di genangan air banjir. Sebaliknya, kelompok lansia dinilai lebih mampu menjaga kebersihan diri sehingga risiko terpapar penyakit kulit relatif lebih rendah.

"Penyakit kulit yang lebih dominan karena memang anak-anak lebih senang ketika ada banjir itu, berenang atau tempat-tempat seperti itu. Kalau orang tua kan bisa lebih menjaga ya, tapi anak-anak susah," ucapnya, Selasa 20 Januari 2026.

Saat ini Dinkes pandeglang membuka pelayanan kesehatan yang tersebar di empat kecamatan terdampak, yakni Patia, Pagelaran, Sobang, dan Sumur. Di Kecamatan Patia, Dinkes membuka pos di tujuh desa terdampak seperti Desa Idaman, Ciawi, Surianen, hingga Rahayu.

Sementara di Pagelaran terdapat lima desa, Sobang enam desa, serta di Kecamatan Sumur satu posko. Dinkes memastikan setiap desa yang terdampak memiliki posko kesehatan untuk melayani warga secara menetap maupun sistem jemput bola. Meski pelayanan kesehatan berjalan, tantangan lingkungan muncul seiring perubahan cuaca yang ekstrem.

Samsudin menyebut curah hujan harian memicu munculnya kasus batuk dan pilek di tengah masyarakat. Kendati demikian, hingga saat ini belum ditemukan kasus yang memerlukan penanganan khusus atau rujukan ke rumah sakit, karena seluruh keluhan masih dapat ditangani di level posko.

"Dinkes mensupport obat-obatan di posko. Kalau kita mengandalkan dari Puskesmas kan itu obat program yang khusus untuk masyarakat yang datang ke sana. Kalau posko, obatnya bantuannya langsung dari Dinas Kesehatan melalui Gudang Farmasi," ucap Samsudin.

Dinkes turut menyoroti potensi ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) akibat genangan air yang tersisa pasca-banjir. Warga diminta waspada terhadap sisa-sisa air yang tidak mengalir di sekitar pemukiman. Kebersihan lingkungan menjadi catatan krusial bagi Dinkes guna mencegah munculnya wabah baru setelah persoalan banjir selesai.

Terkait pasokan obat-obatan, Dinkes melakukan intervensi langsung dari Gudang Farmasi guna menyokong stok di posko-posko kesehatan. Langkah ini diambil agar stok obat program di Puskesmas tidak terganggu oleh lonjakan kebutuhan pengobatan darurat pasca-banjir.

Sinergi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti BPBD dan dinas terkait lainnya juga diklaim membantu kelancaran distribusi logistik kesehatan ke lapangan. "Harapannya tetap menjaga kesehatan, jangan sampai ada genangan air yang memang tersisa. Tetap menjaga kebersihan lingkungan sehingga tidak muncul DBD atau penyakit lainnya pasca-banjir ini," katanya.

Walaupun koordinasi antar-lembaga diklaim berjalan baik, menurut Samsudin pengawasan terhadap kebersihan lingkungan mandiri oleh warga tetap menjadi titik lemah yang harus diperhatikan. Dinkes menekankan bahwa bantuan logistik dan obat-obatan tidak akan efektif jika masyarakat tetap membiarkan genangan air pasca-banjir di sekitar rumah mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....