Rawan Bencana, BPBD Sleman Kuatkan SPAB
- 19 Jan 2026 11:51 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Kabupaten Sleman menjadi wilayah yang rawan terhadap bencana. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Uun Mardiyanto menyebut setidaknya ada 11 potensi bencana yang terjadi di Sleman.
Mulai dari letusan Gunung Merapi, banjir lahar hujan, tanah longsor, cuaca ekstrem, gempa bumi, hingga kebakaran hutan dan lahan. Ada pula potensi kekeringan hidrologis, banjir bandang, likuifaksi, kegagalan teknologi, dan penyakit yang berpotensi menjadi wabah.
Uun menyebut, sejumlah strategi ditempuh BPBD Sleman untuk memastikan warga Sleman siap jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Tak terkecuali di lingkungan satuan pendidikan. Uun menjelasakan pihaknya terus menguatkan keberadaan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
“Sampai 2025 sudah ada 101 SPAB, meliputi SD dan SMP,” ujar Uun saat dikonfirmasi, Senin, 19 Januari 2026.
BPBD turut menggandeng Dinas Pendidikan dalam pelaksanaan SPAB. Uun menyebut, lewat SPAB ini sekolah didorong untuk memiliki kesiapan dalam menangani bencana serta menumbuhkan budaya sadar bencana sejak dini. Ini dilakukan dengan simulasi bencana yang turut diikuti oleh seluruh warga sekolah.
Termasuk di dalamnya memahami jalur evakuasi, mengenali tanda bahaya atau peringatan, hingga melakukan pertolongan pertama. Kesiapan tak spesifik pada potensi bencana tertentu saja, tetapi pada semua potensi bencana. Uun mengatakan, ke depan jumlah SPAB akan terus ditingkatkan dan menyasar pada semua sekolah di lingkup Kabupaten Sleman.
“Ini harus terus kita kejar. Ini kebijakan dari pemerintah untuk menyiapkan sekolah agar menjadi satuan pendidikan aman bencana,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....