Iktikaf Mengajarkan Kedamaian, Konsistensi, dan Kedekatan Dengan Allah

  • 16 Mar 2026 22:48 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Iktikaf bukan sekadar tradisi ibadah yang sering dilakukan umat Islam pada akhir Ramadan. Banyak makna yang terkandung di dalamnya, yang dapat menjadi pelajaran bagi para muslim untuk menghargai malam-malam terakhir di bulan suci tersebut.

Ustazah Mujibah saat mengisi program Mutiara Ramadan di Pro 1 RRI Palangka Raya mengatakan, iktikaf merupakan upaya manusia meninggalkan berbagai kesenangan dunia untuk memperoleh ketenangan hati. Bahkan, orang yang berdiam diri di masjid untuk beribadah diyakini akan mendapatkan limpahan rahmat dan kebaikan dari Allah SWT.

“Di luar sana orang sibuk mengejar sesuatu tapi di dalam masjid, seorang muktakif, orang yang sedang beriktikaf sedang dikejar oleh rahmat yang tak terlihat,” katanya.

Ustazah Mujibah menambahkan, iktikaf juga mengajarkan umat Islam untuk bersungguh-sungguh memurnikan niat dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini meneladani Rasulullah SAW yang rutin melaksanakan iktikaf sebagai wujud ketundukan dan kesadaran akan kelemahan manusia di hadapan Tuhan.

“Iktikaf juga mengajarkan kita tentang istikamah dan konsistensi, dikatakan bahwa Rasulullah tidak pernah meninggalkan iktikaf sejak beliau tiba-tiba di Madinah hingga beliau wafat,” katanya.

Melalui iktikaf, seorang muslim diajak untuk menenangkan diri dari hiruk-pikuk kehidupan dunia. Di dalam masjid, waktu dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, dan merenungkan kebesaran Allah.

Karena itu, iktikaf menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta. Terlebih pada sepuluh malam terakhir Ramadan yang diyakini memiliki keutamaan besar, termasuk peluang meraih malam Lailatulkadar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....