Meraih Keberkahan Sahur dan Berbuka Sesuai Sunnah
- 15 Mar 2026 20:12 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Bulan Ramadan merupakan momentum penuh rahmat bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, termasuk dalam menjalankan aktivitas sahur dan berbuka. Maryani, S.HI, dalam program Tafakkur di RRI Lhokseumawe, menekankan bahwa sahur bukan sekadar kegiatan makan untuk menahan lapar. Rasulullah SAW menegaskan adanya keberkahan besar di dalam sahur, baik secara spiritual maupun fisik. Sahur menjadi waktu yang mustajab karena dilakukan pada sepertiga malam terakhir, saat Allah SWT membukakan pintu doa bagi hamba-Nya yang terjaga dan beribadah.
Selain nilai ibadah, sahur memiliki keutamaan sebagai pembeda antara puasa umat Islam dengan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani). Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkan sahur, meskipun hanya dengan seteguk air atau beberapa butir kurma. Beliau juga menyarankan agar sahur dilakukan di waktu yang mendekati fajar (mengakhirkan sahur) demi menjaga stamina dan kepatuhan terhadap sunah. Dengan bersahur, seorang mukmin tidak hanya mendapatkan kekuatan fisik, tetapi juga mendapatkan rahmat dan doa dari para malaikat yang berselawat untuk mereka.
Memasuki waktu berbuka, keutamaan utama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah menyegerakan berbuka puasa begitu waktu magrib tiba. Sikap menyegerakan berbuka merupakan ciri kebaikan umat dan bentuk ketaatan kepada perintah Allah SWT. Umat Muslim dianjurkan untuk tidak menunda-nunda waktu berbuka dengan alasan mencari pahala tambahan, karena esensi ibadah terletak pada mengikuti tuntunan Rasulullah SAW secara tepat waktu. Berbuka menjadi momen kebahagiaan yang dijanjikan bagi mereka yang telah berjuang menahan hawa nafsu seharian penuh.
Sesuai tuntunan Nabi, berbuka hendaknya dimulai dengan mengonsumsi ruttab (kurma basah), atau jika tidak ada, dapat diganti dengan tamrun (kurma kering) dan air putih. Hal ini sangat baik secara kesehatan untuk mengembalikan energi tubuh secara bertahap sebelum menyantap hidangan berat. Selain itu, saat berbuka adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Maryani, S.HI mengingatkan agar umat Muslim memanfaatkan momen ini untuk memanjatkan doa-doa terbaik, karena Allah SWT menjanjikan pengabulan doa bagi orang yang berpuasa saat mereka berbuka.
Sebagai penutup, tausiyah ini juga menyoroti pentingnya menjaga konsistensi ibadah hingga akhir Ramadan, terutama di sepuluh malam terakhir. Umat Muslim diingatkan untuk tidak terlena dengan hiruk-pikuk persiapan Idulfitri, seperti berbelanja baju baru, hingga melupakan keutamaan salat tarawih dan pencarian malam Lailatul Qadar. Dengan memperbaiki kualitas sahur dan berbuka sesuai sunah, diharapkan ibadah puasa kita menjadi lebih bermakna, mendisiplinkan diri, serta membawa peningkatan ketakwaan yang nyata di hadapan Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....