Ustadi Hamzah: Jangan Terpaku Mencari Lailatul Qadar, Fokuslah pada Alquran

  • 15 Mar 2026 09:30 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu momen paling dinantikan umat Islam di bulan Ramadan. Namun, umat tidak perlu terlalu terpaku pada kapan tepatnya malam tersebut terjadi, melainkan lebih fokus pada pesan utama turunnya Al-Qur’an.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustadi Hamzah, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam tausiah Tarawih di Masjid Universitas Ahmad Dahlan pada Sabtu 14 Maret 2026.

Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa pembahasan tentang Lailatul Qadar berawal dari ayat dalam Surah Al-Qadr yang menyebutkan kata “hu” pada frasa “Inna anzalnahu fi lailatil qadr”. Menurutnya, kata tersebut merujuk pada Al-Qur’an yang diturunkan pada malam Lailatul Qadar.

“Perhatian kita sering kali lebih tertuju pada malam Lailatul Qadarnya, bukan pada ‘hu’-nya, yaitu Al-Qur’annya,” ujar Ustadi Hamzah.

Ia juga menjelaskan adanya beberapa pendapat di kalangan ulama mengenai kapan terjadinya malam Lailatul Qadar. Sebagian berpendapat malam tersebut jatuh pada malam ke-17 Ramadan, yang juga sering diperingati sebagai peristiwa Nuzulul Qur'an.

Namun, ada pula pandangan yang menyebutkan Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Pendapat lainnya bahkan menyatakan bahwa peluang mendapatkan Lailatul Qadar terbuka di seluruh malam selama bulan Ramadan.

Prof.Dr.Ustadi Hamzah, M.Ag dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, saat memberi tausiah di masjid IC UAD, Sabtu 14 Maret 2026. (Foto:RRI/Rini)

Menurutnya, perbedaan pandangan tersebut seharusnya tidak membuat umat hanya terfokus pada pencarian waktu tertentu.

“Yang terpenting bukan sekadar mencari kapan Lailatul Qadar terjadi, tetapi memahami bahwa di dalam Ramadan ada peristiwa besar turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi orang-orang bertakwa,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa esensi Lailatul Qadar akan terasa jika umat Islam benar-benar mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dengan membaca, mempelajari, dan mengamalkannya.

“Semua malam bisa menjadi bernilai seperti Lailatul Qadar jika kita fokus pada Al-Qur’an, karena di dalamnya ada petunjuk bagi orang-orang bertakwa,” katanya.

Di penghujung Ramadan, Ustadi Hamzah mengajak umat Islam untuk meningkatkan semangat berinteraksi dengan Al-Qur’an.

“Marilah kita tambah semangat untuk membaca, mengkaji, menghayati, dan mengamalkan Al-Qur’an. Itulah penanda orang-orang yang benar-benar bertakwa,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa ketika seseorang merasa mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar, salah satu amalan utama yang dapat dilakukan adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an.

"Dengan demikian, fokus utama Ramadan bukan hanya mencari malam istimewa tersebut, tetapi menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sehari-hari," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....