Al-Qur’an Penawar Jiwa dan Kesehatan Mental

  • 15 Mar 2026 07:41 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Al-Qur’an tidak hanya menjadi petunjuk hidup bagi umat manusia, tetapi juga menjadi penawar bagi penyakit hati dan penenang jiwa. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surah Yunus ayat 57 yang menyebutkan bahwa telah datang kepada manusia pelajaran dari Tuhan, penyembuh bagi penyakit dalam dada, serta petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Pesan tersebut kembali diingatkan dalam Kultum Siaran Khusus Ramadhan 1447 Hijriah di Pro 1 RRI Tahuna, Minggu 15 Maret 2026, yang disampaikan oleh Dr. Subandriyah, MM. Dalam tausiyahnya ia menegaskan bahwa Al-Qur’an memiliki peran penting sebagai penenang jiwa sekaligus menjaga kesehatan mental manusia.

Menurutnya, keseimbangan hati dan pikiran menjadi kunci utama dalam menjalani kehidupan yang tenang dan bahagia. Ia mengajak masyarakat untuk mampu mengelola hati dan pikiran dengan baik agar terhindar dari tekanan mental yang dapat berdampak pada kesehatan fisik.

Ia juga mengutip pandangan seorang peneliti Jepang, Dr. Masaru Emoto, yang menyebutkan bahwa sekitar 90 persen sumber penyakit berasal dari beban pikiran, sementara hanya sekitar 10 persen dipengaruhi oleh faktor makanan. Oleh karena itu, hati yang tenang dan penuh kegembiraan diyakini dapat menjadi obat bagi tubuh.

Dr. Subandriyah menjelaskan bahwa emosi yang tidak terkendali dapat memengaruhi metabolisme tubuh sehingga berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, baik fisik maupun mental. Karena itu, umat Islam diajarkan untuk menenangkan diri melalui ibadah.

Dalam Islam, umat Muslim diwajibkan melaksanakan shalat, berdzikir, berdoa, berpikir positif serta berhusnudzon kepada Allah SWT. Selain itu, ibadah shalat malam pada sepertiga malam juga dianjurkan karena menjadi waktu yang penuh keberkahan untuk memohon pertolongan dan ketenangan dari Allah.

Tidak hanya itu, Islam juga menganjurkan shalat dhuha pada pagi hari sebagai salah satu ikhtiar memohon kelapangan rezeki. Melalui berbagai ibadah tersebut, seorang Muslim diajak menjaga kesehatan jasmani dan rohani sehingga mampu beraktivitas, berprestasi, serta menjalani kehidupan dengan penuh keberkahan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa manusia memiliki tiga dimensi penting dalam dirinya, yaitu dimensi hati, dimensi pikiran, dan dimensi tindakan. Dimensi hati dijaga dengan membersihkan qalbu agar tetap bening tanpa noda, sehingga ketenangan batin dapat terpelihara.

Sementara dimensi pikiran dijaga dengan membiasakan berpikir jernih dan positif sehingga membentuk pribadi yang kuat dan tangguh. Sedangkan dimensi tindakan diwujudkan melalui gerakan tangan dan kaki yang selalu diarahkan pada perbuatan baik dan berjalan di atas jalan kebenaran.

Melalui pemahaman tersebut, masyarakat diajak untuk terus memotivasi diri agar hidup lebih sehat secara lahir dan batin, terhindar dari stres, serta senantiasa bersyukur atas nikmat kehidupan. Dengan hati yang lapang dan pikiran yang tenang, diharapkan setiap insan dapat meraih kebahagiaan di dunia serta keselamatan di akhirat.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....