Kebiasaan Pemicu Panas dalam saat Puasa
- 13 Mar 2026 06:46 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Menjalankan ibadah puasa selama Ramadan sering kali diiringi dengan perubahan pola makan dan gaya hidup. Perubahan ini terkadang memicu munculnya keluhan seperti tenggorokan kering, sariawan, bibir pecah-pecah, hingga rasa panas di tenggorokan yang sering disebut sebagai panas dalam. Kondisi ini biasanya terjadi karena kebiasaan tertentu yang tanpa disadari dilakukan saat sahur maupun berbuka.
Dikutip dari bobo.grid.id, panas dalam saat berpuasa sebenarnya bisa dicegah jika pola makan dan asupan cairan dijaga dengan baik. Sayangnya, beberapa kebiasaan yang terlihat sepele justru dapat memperburuk kondisi tubuh selama puasa. Oleh karena itu, penting untuk mengenali kebiasaan apa saja yang dapat memicu panas dalam agar ibadah puasa tetap nyaman dan tubuh tetap sehat.
1. Sering Mengonsumsi Makanan Berminyak
Makanan yang digoreng seperti gorengan memang menjadi menu favorit saat berbuka puasa. Namun, konsumsi makanan berminyak secara berlebihan dapat memicu iritasi pada tenggorokan dan meningkatkan risiko panas dalam. Kandungan lemak yang tinggi juga membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat sehingga tubuh terasa kurang nyaman.
2. Terlalu Banyak Makan Makanan Asin
Makanan dengan kadar garam tinggi dapat menyebabkan tubuh lebih cepat merasa haus. Saat berpuasa, kondisi ini bisa membuat tenggorokan terasa kering dan memicu gejala panas dalam. Konsumsi makanan asin secara berlebihan juga dapat mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh.
3. Dehidrasi
Kurangnya asupan cairan menjadi salah satu penyebab utama panas dalam saat puasa. Ketika tubuh kekurangan cairan, mulut dan tenggorokan menjadi kering sehingga mudah mengalami iritasi. Untuk mencegah dehidrasi, penting memenuhi kebutuhan cairan dengan pola minum yang cukup antara waktu berbuka hingga sahur.
4. Tidak Mencukupi Kebutuhan Nutrisi
Pola makan yang tidak seimbang saat sahur maupun berbuka juga bisa memicu panas dalam. Kurangnya asupan vitamin, mineral, serta serat dari buah dan sayur dapat membuat daya tahan tubuh menurun dan memicu berbagai keluhan kesehatan. Oleh karena itu, penting memastikan makanan yang dikonsumsi tetap bergizi seimbang selama menjalankan ibadah puasa.
Dengan menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta mencukupi kebutuhan cairan, risiko panas dalam saat berpuasa dapat diminimalkan. Kebiasaan sederhana ini membantu tubuh tetap sehat sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih nyaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....