Penyebab Pengeluaran Ramadan Membengkak
- 12 Mar 2026 06:21 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Ramadan sering kali membuat pengeluaran rumah tangga meningkat, terutama untuk kebutuhan berbuka dan sahur. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan berbelanja dalam kondisi lapar sehingga semua makanan terlihat menggoda.
Istilah lapar mata menggambarkan situasi ketika seseorang ingin membeli hampir semua makanan yang dilihatnya. Saat menjelang waktu berbuka, aneka takjil, gorengan, dan minuman manis terasa sulit untuk ditolak.
Rasa lapar memengaruhi cara kerja otak dalam mengambil keputusan. Ketika tubuh kekurangan energi, dorongan untuk segera mendapatkan makanan menjadi lebih kuat dan kontrol diri cenderung melemah.
Dalam jurnal American Medical Association dijelaskan bahwa orang yang berbelanja saat lapar cenderung membeli lebih banyak produk. Mereka juga lebih sering memilih makanan tinggi kalori karena respons terhadap isyarat makanan meninjurna
Kondisi tersebut membuat pengeluaran bukan hanya bertambah dari sisi jumlah, tetapi juga dari kualitas pilihan makanan yang kurang sehat. Akibatnya, belanja yang awalnya direncanakan sederhana bisa berubah menjadi berlebihan.
Di bulan Ramadan, rasa lapar yang memuncak menjelang magrib membuat situasi ini semakin nyata. Di mata orang yang sedang berpuasa, hampir semua makanan tampak lezat dan layak masuk keranjang belanja.
Karena itu, penting untuk menyusun daftar belanja dan menentukan anggaran sebelum pergi ke pasar atau toko. Berbelanja setelah berbuka atau dalam kondisi tidak terlalu lapar dapat membantu mengurangi pembelian impulsif dan menjaga keuangan tetap stabil selama Ramadan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....