Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan Waktu Paling Istimewa

  • 09 Mar 2026 17:07 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Faisal Ali atau yang akrab disapa Lem Faisal, mengajak umat Islam untuk terus menjaga konsistensi ibadah hingga penghujung bulan suci Ramadhan. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan momentum sepuluh hari terakhir Ramadhan yang memiliki keutamaan besar dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Menurut Lem Faisal para ulama membagi perjalanan ibadah selama Ramadhan menjadi tiga fase. Sepuluh pertama dikenal sebagai fase turunnya rahmat Allah SWT kepada umat-Nya.

Sementara sepuluh kedua merupakan fase ampunan, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun atas segala dosa yang telah diperbuat.

Kemudian sepuluh terakhir Ramadhan menjadi fase pembebasan dari api neraka. Pada fase ini, umat Islam diharapkan semakin meningkatkan kualitas ibadah serta memperbanyak amal saleh.

"bahwa pada sepuluh malam terakhir Ramadhan terdapat malam yang sangat istimewa, yakni Lailatul Qadar" ujar Lema Faisal kepada RRI Senin 9 Maret 2026.

Malam tersebut disebut lebih baik daripada seribu bulan sehingga menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk meraih pahala yang berlipat ganda.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak sedekah kepada sesama.

Lem Faisal juga mengingatkan agar umat Islam tidak melemah semangat ibadahnya ketika Ramadhan mulai mendekati akhir. Justru pada fase inilah umat Islam seharusnya semakin meningkatkan kesungguhan dalam beribadah.

Ia berharap seluruh umat Islam di Aceh dapat memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan sebaik-baiknya agar memperoleh keberkahan, ampunan, serta kemuliaan dari Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....