Menjemput Ampunan: Amalan Akselerasi Taubat di Bulan Ramadhan
- 05 Mar 2026 19:34 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Amalan pertama yang ditekankan adalah Salat Taubat dan Muhasabah di sepertiga malam. Dr. Tgk. Nazaruddin menjelaskan bahwa waktu sahur bukan hanya untuk urusan fisik (makan), tetapi saat paling mustajab untuk mengakui dosa secara personal di hadapan Sang Khalik. Dengan melakukan salat sunnah taubat sebelum atau sesudah sahur, seorang hamba membuka pintu langit untuk memohon penghapusan noda hitam di hati, yang menjadi penghambat utama transformasi spiritual.
Dalam program Dialog Ramadhan yang disiarkan oleh RRI Pro 1 Lhokseumawe, Kamis 5 Maret 2026, pukul 16.00 - 17.00 WIB, narasumber Dr. Tgk. Nazaruddin Yusuf, S. Hi. MA mengupas tuntas mengenai "Ramadhan dan Transformasi Spiritual Melalui Taubat". Beliau menekankan bahwa taubat bukan sekadar berhenti dari maksiat, melainkan sebuah lompatan besar menuju kedekatan dengan Allah SWT. Untuk mempercepat proses transformasi ini, terdapat beberapa amalan spesifik yang menjadi kunci utama selama bulan suci.
Selanjutnya, memperbanyak istighfar yang disertai kesadaran (Sayyidul Istighfar) menjadi amalan lisan yang sangat kuat. Dalam dialog tersebut, dijelaskan bahwa istighfar bukan sekadar hiasan bibir, melainkan pembersih karat-karat hati. Ketika hati bersih dari "karat" dosa melalui istighfar yang konsisten selama berpuasa, maka cahaya hidayah dan energi positif akan lebih mudah masuk, sehingga perubahan perilaku dari buruk ke baik (transformasi) terjadi secara alami dan ringan dilakukan.
Amalan ketiga adalah Sedekah sebagai Penebus Kesalahan (Kafarat). Merujuk pada nilai-nilai yang disampaikan dalam acara tersebut, sedekah di bulan Ramadhan memiliki fungsi ganda: melipatgandakan pahala dan memadamkan murka Allah sebagaimana air memadamkan api. Dengan berbagi kepada sesama, ego dan sifat kikir dalam diri ikut terkikis. Inilah bentuk transformasi sosial yang berakar dari taubat spiritual; seseorang yang bertaubat akan cenderung lebih peduli dan lembut kepada sesama makhluk.
Sebagai penutup diskusi yang dipandu oleh Host Yuna tersebut, Dr. Tgk. Nazaruddin mengingatkan bahwa konsistensi adalah kunci. Transformasi spiritual yang sukses ditandai dengan adanya rasa penyesalan yang diikuti dengan perbaikan ibadah wajib dan sunnah. Melalui jalur taubat yang sungguh-sungguh di bulan Ramadhan ini, diharapkan setiap Muslim dapat keluar dari bulan suci sebagai pribadi baru yang lebih jernih jiwanya dan lebih mulia akhlaknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....