Atasi Maag Kambuh saat Puasa Dengan Hindari Gorengan Berlebih

  • 05 Mar 2026 15:57 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Menjalankan ibadah puasa bagi penderita asam lambung atau maag sering kali menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan pengaturan pola makan yang tepat, puasa justru dapat menjadi terapi kesehatan bagi lambung.

Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala Puskesmas Kendahe, dr. Nur Isma, dalam program Obrolan Komunitas Jaga Malam di Pro2 RRI Tahuna, Rabu (4/3/2026). Menurutnya, kunci utama bagi penderita maag selama Ramadan adalah kedisiplinan dalam mengatur porsi dan jenis makanan saat sahur dan berbuka.

dr. Nur Isma menjelaskan bahwa secara medis, puasa sebenarnya bisa menjadi obat bagi pasien maag kategori ringan. Hal ini dikarenakan lambung memiliki waktu istirahat yang teratur dari proses pencernaan.

"Puasa itu sebenarnya merupakan terapi untuk pasien maag, asalkan pola berbuka dan sahur dijaga dengan baik. Namun, untuk kategori yang lebih berat seperti GERD, memang sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter," ujar dr. Nur Isma kepada rri.co.id.

Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan masyarakat adalah pola makan yang "balas dendam" saat berbuka. dr. Nur Isma menyoroti kebiasaan mengonsumsi makanan pemicu iritasi lambung yang sangat populer sebagai menu takjil.

"Bukan puasanya yang menyebabkan asam lambung meningkat, tapi pola makan dan porsinya. Kita sering kali langsung makan banyak, pedas, berminyak, atau gorengan saat berbuka. Kelompok pecinta gorengan ini biasanya yang paling sulit beradaptasi, padahal itu faktor pemicu utama iritasi lambung," tambahnya.

Ia menyarankan agar saat berbuka, mulailah dengan porsi kecil terlebih dahulu. Makan besar atau makanan berat sebaiknya dilakukan setelah melaksanakan salat Magrib agar lambung tidak "kaget".

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....