Thoyib Anwar : Halal-Haram Foodies

  • 05 Mar 2026 12:36 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Thoyib Anwar, S.Pt menyampaikan renungan berbuka puasa di Pro 1 RRI Merauke, Rabu 04 Maret 2026, dengan tema “Halal-Haram Foodies: Menjaga Perut dari Harta yang Syubhat”. Dalam siaran tersebut, ia mengingatkan pentingnya menjaga asupan makanan di tengah tren kuliner yang kian berkembang di era digital.

Dalam renungannya, Thoyib menyoroti fenomena berburu kuliner, konten mukbang, hingga wisata makanan viral yang menjadi gaya hidup masyarakat. Menurutnya, umat Islam tidak cukup hanya menjadi penikmat makanan, tetapi juga harus memperhatikan aspek kehalalan dan keberkahannya.

Ia menjelaskan bahwa Islam telah memberikan pedoman jelas terkait makanan halal dan baik sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 168. Konsep halal dan thayyib, kata dia, bukan hanya sekadar enak dan populer, melainkan harus memenuhi standar syariat serta membawa kebaikan bagi tubuh dan jiwa.

Thoyib juga mengingatkan tentang bahaya perkara syubhat, yakni sesuatu yang berada di antara halal dan haram. Ia mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menegaskan bahwa menjaga diri dari perkara syubhat merupakan bentuk upaya menyelamatkan agama dan kehormatan diri.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa makanan yang dikonsumsi seseorang berpengaruh terhadap hati, doa, ibadah, dan akhlak. Dalam hadis riwayat Muslim, disebutkan bahwa doa seseorang dapat terhalang apabila makanan dan minumannya berasal dari hal yang haram.

Selain itu, ia menjelaskan sejumlah sumber syubhat dalam gaya hidup kuliner, mulai dari bahan tanpa sertifikasi halal, produk impor tanpa label, hingga penggunaan bahan tambahan yang meragukan. Ia juga mengingatkan agar makanan halal tidak dibeli dari harta yang diperoleh dengan cara yang dilarang seperti riba, korupsi, atau penipuan.

Menutup renungannya, Thoyib mengajak umat Islam untuk meniatkan aktivitas makan sebagai bagian dari ibadah, menjaga kesehatan, dan memperkuat ketaatan kepada Allah. Ia menegaskan bahwa setiap suapan akan dimintai pertanggungjawaban, sehingga menjaga perut berarti menjaga hati dan keberkahan hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....