Ramadan, Alquran dan Istiqamah

  • 04 Mar 2026 21:34 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, semangat ibadah kerap kali mengalami pasang surut. Fenomena ini menjadi bahan renungan dalam program Tadabbur yang disiarkan oleh RRI, Senin, 2 Maret 2026. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Fatima Kilwo mengajak umat Islam untuk kembali memaknai esensi kedekatan dengan Alquran di bulan yang istimewa ini.

"Mengapa Ramadan selalu identik dengan Alquran? Karena di bulan inilah kitab suci itu diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia," ujar Fatima membuka perbincangan. Ia menegaskan bahwa bulan puasa adalah momen "pulang" kepada Alquran, tempat di mana hati dan pikiran ditemukan kembali ketenangannya .

Wajar Jika Semangat Menurun, Namun...

Memasuki hari ke 14,15, dan 16 Ramadan, tak jarang sebagian umat Islam mulai merasakan penurunan motivasi beribadah. Aktivitas harian, persiapan berbuka, hingga hiruk-pikuk menyambut Hari Raya kerap mengalihkan perhatian dari lantunan ayat suci.

"Menurunnya semangat di tengah bulan itu adalah hal yang manusiawi," akui Fatima Kilwo dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut. "Ada yang terganggu kesehatannya, ada pula yang mulai jenuh. Tapi justru di sinilah ujiannya," tambahnya.

Ia menekankan bahwa mereka yang mampu bertahan dan tetap konsisten di pertengahan hingga akhir Ramadan adalah golongan orang-orang yang istiqomah. Nilai keimanan mereka berpotensi meningkat seiring ketekunan menjaga ibadah.

Satu Huruf, Sepuluh Kebaikan

Dalam sesi tadabbur, Fatima Kilwo mengingatkan kembali tentang besarnya keutamaan membaca Alquran, terutama di bulan yang penuh berkah ini. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa setiap huruf yang dibaca dari Kitabullah akan mendatangkan pahala kebaikan yang berlipat ganda.

"Rasulullah bersabda, 'Barang siapa membaca satu huruf dari Alquran, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Saya tidak mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf'," jelasnya.

Ia menambahkan, jika di hari biasa pahala per huruf sudah begitu besar, maka di bulan Ramadan nilainya tentu semakin berlimpah . "Bahkan mendengar orang lain membaca Alquran saja kita sudah diperintahkan untuk diam dan menyimak, karena Allah akan memberi rahmat. Lalu bagaimana dengan yang membaca? Tentu pahalanya lebih besar lagi," paparnya.

Jadikan interaksi dengan Alquran sebagai sarana relaksasi hati, bukan sekadar rutinitas menahan lapar dan haus.

Jadikan Ramadan Ini yang Terbaik

Menjelang akhir sesi, Fatima Kilwo berpesan agar umat Islam tidak meninggalkan Ramadan dengan tangan hampa. Ia mengajak para pendengar untuk menjadikan Ramadan tahun ini sebagai yang terbaik sepanjang hidup.

"Jangan sampai kita yang meninggalkan Ramadan, atau lebih parah lagi, Ramadan yang meninggalkan kita. Pesan saya, jadikan momen ini sebagai Ramadan terbaik kita. Teruslah membaca Alquran, meski hanya sedikit, namun konsisten. Itulah yang dicintai Allah," pungkasnya.

Program Tadabbur RRI ini merupakan salah satu upaya menyemarakkan bulan suci dengan konten keagamaan yang inspiratif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....