Santunan Baznas Kulon Progo Ringankan Beban Ekonomi Duafa saat Ramadan
- 04 Mar 2026 17:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo – Baznas Kulon Progo memberikan santunan pada puluhan tulang becak yang ada di Kulon Progo. Penyerahan santunan secara simbolis dilakukan di Alun-alun Wates, Selasa 4 Maret 2026, oleh Wakil Bupati Kulon Progo dengan didampingi Ketua Baznas, Perwakilan Kemenag Kulon Progo, dan lainnya.
Di tengah perkembangan zaman, becak secara perlahan mulai ditinggalkan dan beralih ke transportasi modern. Meski demikian, masih ada segelintir tukang becak yang bertahan, salah satu pengemudi becak di Kulon Progo, Ikwan, mengatakan, jumlah penumpang becak memang terus menurun. Bahkan Ikwan tak jarang harus pulang dengan tangan hampa setelah seharian berjuang.
Untuk menyambung hidup, becak milik Ikwan sekarang dipakai untuk mengangkut sampah. Ia terpaksa berhenti menarik penumpang karena penghasilan yang terus merosot tajam. Dari enam rumah warga yang diambil sampahnya, Ikwan mendapat pembayaran sukarela yang berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp60 ribu per bulan, untuk setiap rumah.
Meski penghasilannya tidak menentu, Ikwan harus tetap bekerja menghidupi anggota keluarga di rumah. Keuangan yang terbatas harus dicukupkan agar kebutuhan dapur tetap terpenuhi. "Dicukup-cukupkan saja, mau bagaimana lagi," ujarnya.
Dengan santunan Baznas Kulon Progo, Ikwan mengaku senang. Santunan tunai senilai Rp 200ribu ini, diyakini dapat meringankan beban ekonominya. "Harapannyakalau bisa seperti dulu lagi, orang kecil atau buruh bisa mendapat penghasilan yang lumayan," ucapnya.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kulon Progo menyalurkan Zakat, Infak, dan Sodaqoh sebanyak Rp3.558.800.000 pada tahun 2026 ini. Bantuan tersebut menyasar sebanyak 8.149 mustahik Di Kulon Progo, melalui berbagai program unggulan Baznas.
Ketua Baznas Kulon Progo, Alfanuha Yushida, mengatakan, program yang dimaksud seperti Kulon Progo Peduli, Kulon Progo Taqwa, dan Kulon Progo Makmur. Selain itu, juga ada program kolaborasi dengan Baznas RI, yakni program Z-Auto berupa layanan servis motor gratis bagi masyarakat.
"Untuk Kabupaten Kulon Progo, kami mendapatkan alokasi 100 paket servis Z-Auto. Sejumlah 70 paket dialokasikan hari ini di Alun-alun Wates, untuk ganti oli dan servis ringan. Alokasi 30 sisanya diberikan kepada mustahik di sekitar bengkel milik 15 mekanik binaan kami. Ini untuk membantu pemasaran mereka," ujarnya.
Salah satu sasaran penerima bantuan, adalah para pengayuh becak. Ada sekitar 60 tukang becak yang mendapatkan santunan sebesar Rp200.000 setiap orangnya.
Alfanuha menuturkan, tukang becak perlu mendapat santunan karena kondisi ekonomi mereka sangat membutuhkan bantuan. Selain tukang becak, mustahik lainnya yakni Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap (GTT-PTT), Kaum Rois, Petugas kebersihan atau Tenaga Harian Lepas (THL), Pasukan Kuning dan Warga binaan Rutan.
"Yang terpenting adalah mustahik atau orang yang benar-benar membutuhkan. Tukang becak dinilai sebagai profesi yang sangat perlu dibantu," ucapnya.
Selain santunan dan servis motor, Baznas Kulon Progo akan melaksanakan program Z-Iftar di Kapanewon Wates dan mendirikan Posko Mudik di daerah Sentolo pada akhir Ramadan nanti. Alfanuha menambahkan, secara nilai santunan terdapat kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian peningkatan ini diharapkan tidak hanya sekadar angka, namun juga memberikan dampak manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kulon Progo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....