Salat Isya-Subuh Jadi Kunci Raih Lailatul Qadar

  • 02 Mar 2026 09:40 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Bulan Ramadan selalu menghadirkan kerinduan umat Islam akan datangnya malam Lailatul Qadar. Sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Ustaz Shohibul Firdaus dalam Dialog Ramadan RRI SP Malinau, mengungkapkan strategi sederhana, namun mendapatkan keutamaan berjumpa malam tersebut.

Ia menekankan cara paling efektif memastikan tidak melewatkan Lailatul Qadar adalah dengan menjaga salat fardu secara berjamaah. Dikutip dari pendapat Imam Malik yang menyatakan bahwa siapa pun yang melaksanakan salat Isya berjamaah, telah mendapatkan bagian dari malam mulia tersebut.

Kemudian hadis Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa salat Isya berjamaah setara dengan salat setengah malam. Sementara jika ditambah dengan salat Subuh berjamaah, pahalanya setara dengan salat semalam penuh. Ini menjadi kabar gembira bagi umat yang memiliki keterbatasan waktu atau fisik.

Meskipun malam ini dirahasiakan, para ulama berpendapat bahwa potensi terbesar jatuhnya Lailatul Qadar adalah pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 menjadi fokus utama pencarian bagi mereka yang mengejar keberkahan.

"Secara spesifik, banyak hadis yang merujuk pada malam ke-27 sebagai waktu paling sering disebut terkait keberadaan Lailatul Qadar. Tapi jangan hanya terpaku pada satu tanggal saja, melainkan menghidupkan setiap malam di akhir Ramadan," ungkap Ustaz Shohibul.

Bagi wanita yang sedang berhalangan (haid), kesempatan meraih pahala Lailatul Qadar tetap terbuka lebar. Mereka bisa mengamalkan zikir, mendengarkan kajian agama, atau berdoa tanpa harus melaksanakan salat atau memegang mushaf Al-Qur'an secara langsung.

Salah satu doa yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW saat bertemu malam ini adalah memohon ampunan kepada Allah SWT. "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" menjadi senjata utama bagi pemburu ampunan di bulan suci.

Sebagai penutup, Ustaz Shohibul Firdaus mengajak seluruh masyarakat tidak menjadi golongan yang merugi dengan melewatkan Ramadan begitu saja. Semangat dalam beribadah dan memperdalam ilmu agama adalah kunci utama meraih rida Allah SWT. (Eni/sti)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....