Sepuluh Hari Pertama Ramadan, Momentum Dibukanya Pintu Rahmat Allah

  • 28 Feb 2026 12:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PP IPARI), Daloh Abdaloh menyampaikan kemuliaan sepuluh hari pertama Ramadan. Ia mengatakan, salah satu kemuliaan bulan Ramadan adalah dibukakannya pintu-pintu rahmat Allah pada sepuluh hari pertama

Momentum tersebut, kata dia, menjadi kesempatan emas bagi umat Islam meraih kasih sayang Allah seluas-luasnya. “Salah satu kemuliaan bulan Ramahan adalah dibukakannya pintu-pintu rahmat Allah pada sepuluh pertama," ujar Daloh dalam program Syiar Ramadan Jelang Imsyak Pro3 RRI, Sabtu, 28 Februari 2026.

Menurutnya, rahmat bermakna kasih sayang Allah yang meliputi nikmat, perlindungan, dan kemudahan hidup dunia akhirat. Bahkan, lanjut dia, rahmat Allah mencakup seluruh nama-Nya yang mulia dan penuh kebaikan.

"Diantaranya contoh rahmat Allah meliputi ampunan, ridho, anugerah, dan melipatgandakan pahala, taufik atau tuntunan. Kemudian petunjuk, pertolongan, hikmah, ilmu, dan rejeki yang cukup, ketenangan jiwa, kesehatan, dan sebagainya," kata Daloh, menerangkan.

Daloh juga mengingatkan, murka atau azab Allah sangat menakutkan dan mengerikan. Namun rahmat Allah senantiasa mendahului dan mengalahkan azab serta murka-Nya.

Menurutnya, sebelum manusia menerima balasan atas perbuatan buruk, Allah memberi kesempatan bertobat. Allah tidak langsung menimpakan bencana ataupun menghalangi peluang hamba kembali ke jalan-Nya.

"Sebelum manusia mendapatkan balasan atas setiap perilaku buruk yang dilakukan, terlebih dahulu Allah yang Maha Agung memberi kesempatan untuk bertaubat. Tidak langsung menimpakan bencana pada mereka yang berbuat dosa," ucapnya.

Bahkan, lanjut dia, seorang pendosa tetap memiliki peluang masuk surga karena luasnya rahmat Allah. Karena itu, umat Islam tidak boleh berputus asa atas kasih sayang-Nya yang besar.

“Bukankah sudah jelas bahwa sifat Allah yaitu Maha Pengampun (Al-Ghofur), Maha Pemaaf (Al-‘Afuw), dan Maha Penerima Taubat (At-Tawwab),” ujarnya. Pernyataan itu menjadi penguat optimisme spiritual umat selama menjalani Ramadan.

Daloh mengajak umat Islam memperbanyak doa agar memperoleh rahmat dan terhindar dari murka Allah. Rahmat tersebut dapat diraih melalui ketaatan, memperbanyak ibadah, dan memperkuat ketakwaan.

Ia menyebut amalan seperti sholat, zakat, serta istighfar menjadi jalan meraih kasih sayang Allah. Setiap Muslim memiliki jalan masing-masing selama tidak menyimpang dari syariat Islam.

Mengutip Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 35, ia mengingatkan pentingnya bertakwa dan mencari ridho Allah. “Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan untuk mendapatkan ridho dan rahmat Allah," ucapnya.

Ia mengatakan, cara meraih ridho Allah dilakukan dengan ibadah penuh keikhlasan dan tingkatan ihsan. Selain itu, berkasih sayang kepada sesama makhluk juga menjadi bagian dari meraih rahmat-Nya.

Menurutnya, ibadah tidak berhenti pada ritual, tetapi tercermin dalam kepedulian terhadap lingkungan sekitar. "Dengan melakukan semua itu, setiap hamba pasti memperoleh rahmat tertinggi, yaitu surganya," ujar Daloh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....