Makna Sukses Sejati dalam Perspektif Islam

  • 28 Feb 2026 07:47 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Setiap makhluk hidup di dunia, termasuk manusia sebagai seorang muslim, tentu menginginkan kesuksesan dalam hidupnya. Keinginan untuk berhasil merupakan hukum alam yang melekat dalam diri setiap insan.

Namun dalam realitas kehidupan, kesuksesan kerap diukur dari capaian materi dan fisik semata. Wajah rupawan, harta berlimpah, rumah mewah, hingga kendaraan berbagai merek yang terparkir di garasi sering kali dijadikan indikator utama keberhasilan seseorang.

Tak sedikit pula yang merasa telah sukses ketika menjadi kaya raya, memiliki jabatan tinggi, atau hidup terpandang di tengah masyarakat. Padahal, muncul pertanyaan mendasar, benarkah semua itu merupakan ukuran kesuksesan yang sesungguhnya.

Dalam Kultum Siaran Khusus Ramadhan 1447 Hijriah, Sabtu 28 Februri 2026, Jamaludin Asmat, M.Hum, menegaskan bahwa pemahaman tentang sukses harus diluruskan sesuai tuntunan Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Menurutnya, Islam tidak pernah mempersempit makna sukses hanya pada pencapaian duniawi. Kesuksesan sejati justru memiliki ukuran yang lebih mendalam dan berdimensi akhirat.

Ia menjelaskan, ukuran pertama kesuksesan adalah ketika seseorang mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Hal tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang banyak memberi manfaat akan disenangi dan dihargai. Ketika keberadaan seseorang membawa kebaikan, maka ia bukan hanya dicintai manusia, tetapi juga memperoleh derajat mulia di sisi Allah SWT sebagai khairunnas, atau sebaik-baiknya manusia.

Jamaludin menambahkan, manfaat tidak selalu harus dalam bentuk besar. Hal-hal sederhana seperti menghadirkan kebahagiaan, membantu meringankan beban sesama, hingga menjaga sikap dan akhlak yang baik, merupakan bagian dari ibadah yang bernilai tinggi.

Melalui momentum Ramadhan, umat Islam diajak untuk merefleksikan kembali makna sukses yang sejati. Bukan semata tentang harta dan jabatan, melainkan tentang sejauh mana keberadaan kita memberi arti dan manfaat bagi sesama serta bernilai di hadapan Allah SWT.(Alvrina)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....