Islam Mengatur Ketentuan Puasa bagi Umat yang Sakit
- 28 Feb 2026 04:13 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID,Palangka Raya - Ketentuan berpuasa bagi orang yang sedang sakit menjadi salah satu pembahasan penting setiap memasuki bulan Ramadan. Dalam ajaran Islam, puasa memang wajib bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat, namun terdapat keringanan (rukhsah) bagi mereka yang mengalami kondisi kesehatan tertentu. Aturan ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memberikan kemudahan dan tidak memberatkan umatnya dalam beribadah.
Secara umum, siapa saja yang sakit dan dikhawatirkan puasanya dapat memperparah kondisi kesehatannya diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Ketentuan ini merujuk pada firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 184-185 yang menjelaskan bahwa orang sakit atau dalam perjalanan dapat mengganti puasa di hari lain setelah sembuh. Artinya, kewajiban tersebut tidak gugur, melainkan ditunda sesuai kemampuan.
Para ulama menjelaskan bahwa sakit ringan yang tidak mengganggu aktivitas umumnya tetap mewajibkan puasa. Namun, jika kondisi medis berisiko memperlambat penyembuhan, memperparah penyakit, atau atas saran dokter, maka seseorang dianjurkan untuk tidak memaksakan diri. Prinsip utama dalam syariat adalah menjaga keselamatan jiwa.
Ust. H.M Ansori, S.Sos.I., M.Pd dalam program mutiara pagi di Pro 1 RRI beberapa waktu lalu, menjelaskan bahwa Islam sangat memperhatikan kondisi fisik umatnya. “Puasa itu ibadah yang mulia, tetapi kesehatan juga amanah. Jika sakitnya berat dan berpotensi membahayakan, maka tidak berpuasa adalah bentuk ketaatan karena mengikuti ketentuan syariat. Nanti dapat diganti ketika sudah sembuh,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bagi penderita sakit kronis yang tidak memungkinkan berpuasa, Islam memberi solusi berupa membayar fidyah sesuai ketentuan.
Dengan demikian, ketentuan puasa bagi orang sakit menunjukkan keseimbangan antara kewajiban ibadah dan perlindungan terhadap kesehatan. Umat Islam diimbau untuk memahami aturan ini dengan baik serta berkonsultasi kepada tenaga medis atau ulama jika ragu terhadap kondisi kesehatannya. Prinsip kemudahan dalam Islam menjadi bukti bahwa syariat hadir untuk membawa kebaikan, bukan kesulitan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....