Ini Makna dan Keutamaan Sahur Ramadan
- 24 Feb 2026 10:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Sahur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ibadah puasa Ramadhan. Sahur merupakan aktivitas yang selalu menyertai pelaksanaan puasa Ramadhan, umat Islam melaksanakannya menjelang azan Subuh atau mendekati waktu imsak.
Sahur sangat penting karena puasa bertujuan melatih pengendalian diri dari makan, minum, dan hawa nafsu. Untuk menjalani puasa seharian penuh, tubuh tetap membutuhkan asupan energi yang cukup melalui sahur.
Secara bahasa, kata “sahur” berasal dari bahasa Arab “sahar” yang berarti akhir malam. Dalam istilah syariat, sahur adalah makanan atau minuman yang dikonsumsi pada waktu menjelang Subuh.
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya berpuasa tanpa meninggalkan sahur. Beliau bersabda, “Barangsiapa yang mau berpuasa hendaklah sahur dengan sesuatu.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, Abu Ya’la dan Al Bazzar).
Bahkan seteguk air saat sahur tetap bernilai keberkahan. Rasulullah SAW bersabda, “Makan sahur adalah berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun hanya dengan seteguk air.” (HR. Ahmad).
Para ulama sepakat bahwa hukum sahur adalah sunnah bagi orang yang berpuasa. Imam Ibnul Mundzir dan Imam An Nawawi menegaskan sahur dianjurkan dan tidak berdosa jika ditinggalkan.
Selama Ramadhan, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah tanpa meninggalkan tanggung jawab harian. Aktivitas bekerja tetap berjalan sehingga stamina tubuh perlu dijaga dengan baik.
Melansir dari NU Online, Islam mengajarkan prinsip keseimbangan dalam beribadah. Puasa memang wajib, namun menjaga kesehatan juga menjadi kewajiban agar tidak menimbulkan mudarat.
Karena itu, orang yang sakit atau lanjut usia mendapat keringanan untuk tidak berpuasa. Mereka dapat menggantinya di hari lain atau membayar fidyah sesuai ketentuan.
Mengikuti sunnah sahur adalah bentuk sikap moderat dalam beragama. Sebaliknya, berpuasa tanpa sahur hingga membahayakan tubuh termasuk sikap berlebihan.
Islam mengajarkan keseimbangan antara peningkatan spiritual dan penjagaan fisik. Puasa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah tanpa mengabaikan kesehatan jasmani.
Melalui puasa, seseorang belajar hidup sederhana dan meningkatkan kesadaran rohani. Ibadah ini juga menumbuhkan empati kepada mereka yang merasakan lapar dan haus setiap hari.
Agar puasa dijalankan dengan penuh kesadaran, sahur tetap perlu dilakukan secukupnya. Tidak dianjurkan makan berlebihan hanya demi menahan lapar lebih lama.
Puasa yang dijalankan secara wajar dan seimbang akan membentuk ketakwaan. Nabi SAW pun bersabda bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....