Waspadai Penyakit Langganan saat Puasa
- 21 Feb 2026 12:47 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena - Menjalankan ibadah puasa merupakan momen penyucian diri yang juga memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh jika dilakukan dengan benar. Namun, perubahan pola makan dan waktu tidur yang drastis seringkali memicu munculnya beberapa keluhan kesehatan bagi mereka yang kurang melakukan persiapan. Para ahli kesehatan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai beberapa penyakit "langganan" yang kerap muncul akibat adaptasi tubuh yang tidak sempurna terhadap perubahan siklus metabolisme selama satu bulan penuh.
Salah satu keluhan yang paling sering muncul adalah masalah lambung, seperti maag atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Perut yang kosong dalam waktu lama menyebabkan peningkatan asam lambung, yang jika tidak dikelola dengan pilihan menu berbuka yang tepat, dapat memicu nyeri ulu hati hingga sensasi terbakar di dada. Kebiasaan langsung menyantap makanan porsi besar, pedas, atau mengandung santan saat berbuka puasa seringkali menjadi pemicu utama iritasi dinding lambung yang mengganggu kelancaran ibadah.
Selain masalah pencernaan, dehidrasi dan sakit kepala juga menjadi ancaman nyata bagi mereka yang tidak menjaga asupan cairan. Tubuh yang kehilangan cairan selama lebih dari 12 jam tanpa pengganti yang cukup saat sahur dan berbuka dapat menyebabkan konsentrasi menurun, kulit kering, hingga pusing yang hebat. Dehidrasi ringan seringkali memicu sakit kepala tegang karena suplai oksigen ke otak sedikit terhambat, sehingga penting bagi individu untuk menerapkan pola minum "2-4-2" (dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur).
Masalah kesehatan lain yang jarang disadari namun sering muncul adalah konstipasi atau sembelit serta gangguan tidur. Perubahan asupan serat karena kurangnya konsumsi sayur dan buah saat waktu makan yang terbatas membuat sistem pencernaan bekerja lebih lambat dari biasanya. Hal ini diperparah dengan siklus tidur yang terpotong untuk sahur, yang jika tidak disiasati dengan waktu tidur berkualitas di malam hari, dapat menurunkan sistem imun tubuh secara keseluruhan, membuat seseorang lebih rentan terkena flu atau batuk di tengah menjalankan puasa.
Sebagai langkah pencegahan, para pakar menyarankan pentingnya keseimbangan nutrisi dan manajemen waktu yang baik selama bulan suci ini. Menghindari makanan yang terlalu manis atau asin secara berlebihan, serta tetap melakukan aktivitas fisik ringan, dapat membantu tubuh tetap stabil dalam menghadapi perubahan ritme biologis. Dengan memahami potensi penyakit yang mungkin muncul dan melakukan langkah preventif yang tepat, ibadah puasa dapat dijalankan dengan kondisi fisik yang prima hingga hari kemenangan tiba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....