Saka Bangga Ukir Sejarah 'Hat-trick', meski Inggris Tutup Piala Dunia Posisi Ketiga
- 19 Jul 2026 13:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bukayo Saka mencetak hat-trick saat Inggris mengalahkan Prancis 6-4 pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026.
- Saka menjadi pemain keempat Inggris yang mencetak hat-trick di putaran final Piala Dunia.
- Inggris menutup turnamen di peringkat ketiga dengan koleksi 20 gol, menyamai Prancis sebagai tim tertajam.
RRI.CO.ID, Jakarta - Penyerang Inggris Bukayo Saka mengaku bangga setelah mencetak hat-trick pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Tiga golnya membawa Inggris menundukkan Prancis 6-4 di Stadion Miami, Sabtu, 18 Juli 2026.
Melansir FIFA, Saka menjadi pemain keempat Inggris yang mencetak hat-trick di putaran final Piala Dunia. Sebelumnya, pencapaian tersebut hanya diraih Geoff Hurst pada 1966, Gary Lineker pada 1986, dan Harry Kane pada 2018.
Selain itu, Saka juga menjadi pemain ketiga Inggris yang mampu mencetak sedikitnya tiga gol dalam dua edisi Piala Dunia. Catatan tersebut menyamai rekor yang sebelumnya hanya dimiliki Lineker dan Kane.
Saka mengaku bangga bisa bergabung dengan para legenda sepak bola Inggris melalui pencapaian tersebut. Menurutnya, berada dalam daftar pemain elite menjadi momen yang sangat berarti sepanjang kariernya.
"Itu luar biasa, saya baru diberi tahu hanya ada empat pemain Inggris yang mencetak hat-trick di Piala Dunia. Menjadi bagian dari daftar elite itu membuat saya sangat bangga," kata Saka dikutip dari FIFA, Minggu, 19 Juli 2026.
Meski gagal mencapai final, pemain Arsenal itu menilai Inggris tetap menunjukkan karakter sebagai tim kuat. Ia mengatakan seluruh pemain sepakat menutup turnamen dengan hasil terbaik.
"Yang terpenting adalah mengakhiri turnamen dengan kuat karena kami merasa memang pantas melakukannya. Kami tentu ingin bermain di final, tetapi kenyataannya kami bermain hari ini dan ingin menutupnya dengan kemenangan," ujarnya.
Kemenangan atas Prancis memastikan Inggris meraih peringkat ketiga Piala Dunia 2026. Hasil tersebut menjadi pencapaian terbaik Three Lions sejak menjuarai Piala Dunia 1966.
Pelatih Thomas Tuchel melakukan sejumlah perubahan susunan pemain pada laga terakhir tersebut. Rotasi itu berjalan efektif hingga Inggris mampu menyamai Prancis sebagai tim tersubur dengan koleksi 20 gol.
Saka mengungkapkan Tuchel menyampaikan rasa bangga kepada seluruh pemain setelah pertandingan berakhir. Menurutnya, sang pelatih juga menekankan kuatnya ikatan yang terjalin selama turnamen berlangsung.
"Dia mengatakan sangat bangga kepada kami dan akan merindukan kebersamaan ini. Kami juga akan saling merindukan setelah enam hingga tujuh pekan membangun ikatan yang begitu kuat," ucapnya.
Saka berharap pencapaian di Amerika Serikat menjadi bekal berharga bagi Inggris menghadapi turnamen berikutnya. Ia optimistis pengalaman tersebut dapat membawa Three Lions meraih gelar juara pada kesempatan selanjutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....