Spanyol vs Argentina: Tiga Duel Individu Menjadi Kunci Hasil Akhir

  • 19 Jul 2026 08:13 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Menjelang laga penentu gelar juara dunia antara Spanyol dan Argentina, pertarungan individu disebut bisa menjadi penentu hasil akhir.

Piala Dunia FIFA terbesar sepanjang sejarah akan mencapai puncaknya pada Minggu, 19 Juli atau Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB di MetLife Stadium, New York, New Jersey, Amerika Serikat.

Kedua negara telah menunjukkan kualitas luar biasa serta semangat juang yang tak kenal lelah untuk melangkah hingga laga penentuan gelar. Menjelang pertandingan yang diprediksi akan berlangsung sengit di New York New Jersey Stadium itu, menurut FIFA sejumlah duel individu berpotensi menjadi penentu hasil akhir pertandingan.

Aymeric Laporte vs Lionel Messi

Meski baru saja berusia 39 tahun sedikit lebih dari dua pekan lalu, kemampuan Lionel Messi untuk memukau sekaligus menentukan hasil pertandingan sama sekali tidak memudar.

Megabintang Argentina itu memimpin perburuan adidas Golden Boot dengan koleksi delapan gol dan telah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Ia juga menempati posisi teratas dalam kategori kreativitas pada FIFA Power Rankings yang didukung oleh Aramco. Messi telah membukukan empat assist, termasuk dua assist yang membantu Argentina melakukan kebangkitan dramatis pada menit-menit akhir untuk mengalahkan Inggris di semifinal.

Jika Spanyol mampu membatasi pengaruh Messi, peluang La Roja untuk meraih gelar Piala Dunia kedua akan semakin terbuka. Laporte menjadi salah satu pemain yang akan memikul tugas berat tersebut.

Bek Athletic Bilbao itu tampil luar biasa sepanjang turnamen dan membentuk duet bek tengah yang sangat kokoh bersama Pau Cubarsi yang baru berusia 19 tahun. Spanyol hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan Piala Dunia, dengan ketenangan serta kepemimpinan Laporte menjadi faktor utama di balik catatan impresif tersebut.

Rodri vs Enzo Fernandez

Dua raksasa lini tengah siap berduel dalam pertarungan sengit di sektor tengah lapangan. Kapten Spanyol, Rodri, tampil dominan sepanjang Piala Dunia ini. Ia menjadi sosok penting yang membantu La Roja mengendalikan jalannya pertandingan melalui distribusi bola yang sangat akurat.

Tidak ada pemain lain di turnamen ini yang mencatatkan operan sukses lebih banyak daripada 648 operan miliknya, dengan tingkat akurasi mencapai 93 persen. Kemampuan fisiknya juga menonjol, terbukti dari total jarak tempuh sejauh 83.802 meter yang menjadi catatan tertinggi di turnamen ini.

Sementara itu, kemampuannya melakukan intervensi krusial untuk mematahkan serangan lawan tercermin dari posisinya sebagai pemuncak kategori bertahan dalam FIFA Power Rankings yang didukung oleh Aramco.

Rodri akan berusaha mengendalikan tempo permainan pada final hari Minggu, tetapi ia akan menghadapi lawan yang tak kalah tangguh, Enzo Fernandez. Setelah meraih Penghargaan Pemain Muda Terbaik FIFA pada Piala Dunia FIFA Qatar 2022, gelandang berusia 25 tahun itu kembali bersinar di panggung dunia.

Fernandez bekerja tanpa lelah saat timnya tidak menguasai bola dan berulang kali berhasil merebut kembali penguasaan untuk Argentina. Catatan 43 kali merebut bola dari lawan merupakan yang terbanyak di antara seluruh pemain Argentina. Fernandez juga mencetak gol-gol penting sepanjang fase gugur. Ia lebih dahulu mencetak gol melalui sundulan pada masa injury time untuk memastikan kebangkitan luar biasa Argentina atas Mesir pada babak 16 besar.

Kemudian, saat harapan La Albiceleste mempertahankan gelar mulai memudar dalam semifinal melawan Inggris, Fernandez mencetak gol penyeimbang spektakuler pada menit ke-85.

Lamine Yamal vs Nicolas Tagliafico

Mungkin merupakan talenta muda paling memukau di generasinya, pengaruh Lamine Yamal terus berkembang sepanjang turnamen ini. Bintang Barcelona tersebut datang ke Piala Dunia setelah sempat menepi akibat cedera hamstring.

Meski belum sepenuhnya mencapai performa terbaiknya, ada tanda-tanda bahwa ia akan mencapai puncak performa pada saat yang paling tepat. Kecepatan dan pergerakan Yamal menghasilkan penalti yang membawa Spanyol unggul dalam semifinal melawan Prancis, sementara sepanjang pertandingan ia tampil sangat tajam. Kreativitas dan kecerdasannya juga tercermin dari posisinya di peringkat keenam kategori kreativitas dalam FIFA Power Rankings yang didukung oleh Aramco.

Bek kiri Argentina, Nicolas Tagliafico, akan berupaya mencegah Yamal menjadi ancaman bagi pertahanannya. Pemain Lyon tersebut merupakan bagian dari skuad La Albiceleste yang menjuarai Piala Dunia empat tahun lalu dan kembali membuktikan kualitasnya di Amerika Utara.

Sebagai pemain yang selalu mengutamakan kepentingan tim, Tagliafico memiliki kemampuan bertahan satu lawan satu yang sangat baik serta kecerdasan taktis yang mengesankan. Pemain berusia 33 tahun itu telah mengoleksi 82 penampilan bersama tim nasional Argentina dan bermain selama 120 menit pada final Piala Dunia FIFA Qatar 2022 melawan Prancis.

Pengalaman Tagliafico tampil sekaligus meraih kemenangan di pertandingan terbesar dalam sepak bola diyakini akan menjadi modal yang sangat berharga saat menghadapi Yamal dan rekan-rekannya di New York New Jersey.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....