Usia Boleh 78 Tahun, Semangat Nobar Piala Dunia David Tetap Membara
- 16 Jul 2026 08:01 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Gelaran Piala Dunia 2026, tidak sekadar menjadi pemuas dahaga bagi pecinta bola yang berusia muda, namun dimanfaatkan pula oleh Lansia yang memiliki hobi dan kecintaan yang sama. Hal ini terlihat pada kegiatan Nonton Bareng (Nobar) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tenggara, dengan dukungan Bank Maluku dan Maluku Utara Cabang Tual-Malra, RRI Tual, PLN UP3 Tual dan Telkom.
Nobar yang dimulai sejak Tgl. 30 Juni 2026, di mana pertandingan fase 32 besar dimainkan, terus menjadi ajang berkumpul dan menyuarakan semangat olahraga dan cinta kebersamaan, yang dibangun oleh pecinta Tim-Tim yang berlaga. Di tengah para pecinta sepakbola yang didominasi oleh kaula muda, seorang Kakek berusia 78 tahun setia hadir di Gedung Serbaguna Lar Vul Ngabal.
Bapak yang memperkenalkan dirinya sebagai David Maturbongs, terlihat serius memandang setiap menit di sejumlah pertandingan yang menampilkan pesepak-pesepakbola terbaik dunia memperagakan teknik dan penampilan terbaiknya. David mengungkapkan, kecintaan pada olahraga paling bergengsi ini telah dimiliki sejak kecil bahkan meninggalkan banyak kesan dan pengalaman, yang membuatnya tidak ingin melewatkan sedetikpun momen berharga seperti Piala Dunia ini.
“Sejak kecil saya mengikuti orang tua yang bertugas di Kalimantan, kemudian pindah ke Jakarta, dan selama itu pula bakat sepak bola yang saya miliki dikembangkan”, kata Pak David.
Pak David mengaku, pada tahun 1966, beliau diutus dari Kalimantan Barat untuk mengikuti Turnamen Suratin Cup pertama di Jakarta. Pengalaman yang juga berkesan, yaitu ketika Pak David satu lapangan dengan ayahnya dalam sebuah turnamen di kota Pontianak.

“Suratin Cup pertama di Jakarta tahun 1966 saya ikut dari Pontianak, waktu kelas 1 SMA. Selama di Pontianak, saya selalu ikut Club Polisi untuk bertanding di berbagai event. Satu yang selalu teringat, adalah saat bermain dengan ayahku yang juga pemain bola. Menurut cerita dari sejumlah pejabat penting di Kepulauan Kei waktu Bapakku masih aktif di sepak bola, mereka selalu menantikan permainan beliau di lapangan”, ujar Pak David.
Mantan karyawan perusahaan swasta di Jakarta sejak tahun 1984 hingga 2002, dengan segudang pengalaman ini mengaku jagokan Tim Samba Brazil dan The Oranje Belanda, namun kedua tim tidak berhasil melanjutkan kompetisi karena kekalahan yang dialami. Tim lainnya yang diprediksi dapat memasuki tahap Semi Final dan Final, akhirnya terwujud, yakni Tim Perancis dan Argentina.
Sekalipun kesebelasan yang dijagokan tertunda ambisinya untuk meraih tropi Piala Dunia 2026, namun kecintaan pada dunia sepak bola, dan melihat euforia Piala Dunia di Kepulauan Kei yang sangat besar, meninggalkan harapan dari Lansia yang berdomisili di komplek Pokarina Langgur ini, agar pembinaan sepak bola terus digiatkan bagi generasi muda, khususnya anak-anak dan remaja.
“Sejak awal Nobar ini, saya nonton terus di sini (Gedung Serbaguna Lar Vul Ngabal). Saya jagokan tim Brazil dan Belanda di piala dunia kali ini, hanya kedua tim sudah kalah. Kalau prediksi pada tim yang akan masuk Semi Final dan Final, menurut saya, Perancis dan Argentina”, ujar Pak David, usai menyaksikan laga perdelapan final antara Inggris – Norwegia dan Argentina – Swiss, Minggu (12/7/2026).
Pak David juga berharap, kegiatan Nonton Bareng atau ajang-ajang yang meningkatkan semangat kebersamaan dan sportifitas, terutama pembinaan olahraga usia dini terus dilaksanakan, agar tidak hanya menjadi euforia, namun berdampak lebih baik pada para pecinta olahraga dan pemilik bakat dan prestasi olahraga di daerah ini. Salah satu yang diminta, yakni pembentukan Sekolah Sepak Bola, kiranya mampu menjembatani generasi muda untuk meningkatkan prestasinya di dunia sepak bola.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....