Rivalitas Bersejarah yang Penuh Drama Argentina Vs Inggris
- 15 Jul 2026 22:29 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh-Pertemuan Argentina dan Inggris di ajang Piala Dunia selalu menjadi salah satu laga paling dinantikan dalam sejarah sepak bola. Rivalitas kedua negara tidak hanya dibangun oleh persaingan di lapangan hijau, tetapi juga dipengaruhi oleh latar belakang sejarah dan sejumlah pertandingan yang melahirkan momen-momen ikonik. Sejak pertama kali bertemu di Piala Dunia 1962, duel Argentina kontra Inggris selalu menyajikan tensi tinggi dan menarik perhatian dunia.
Pertandingan yang paling dikenang terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Dalam laga tersebut, legenda Argentina Diego Maradona mencetak dua gol yang sama-sama menjadi bagian dari sejarah sepak bola dunia. Gol pertama dikenal sebagai Hand of God karena dicetak menggunakan tangan yang tidak terlihat oleh wasit, sementara gol kedua dinobatkan sebagai Goal of the Century setelah Maradona menggiring bola melewati sejumlah pemain Inggris sebelum mencetak gol. Argentina menang 2-1 dan kemudian keluar sebagai juara dunia.
Kontroversi kembali terjadi saat Inggris berjumpa Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 1998. Berlangsung di Saint-Etienne, Argentina dan Inggris harus bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu. Tim Tango akhirnya lolos ke perempat final setelah menang 4-3 lewat drama adu penalti.
Nah, yang paling dikenang dalam laga ini adalah ketika David bekam menerima kartu merah akibat pelanggaran konyol terhadap Diego Simeone. Pemain Manchester United tersebut akhirnya mendapat kecaman luas media Inggris. Bahkan, Daily Mirror sampai menerbitkan artikel dengan judul ‘Ten heroic lions, one stupid boy’ sebagai reaksi atas kartu merah Beckham dilansir melalui laman idntimes.com.
| Baca juga: Ini Profil 4 Tim Debutan di Piala Dunia 2026 |
Empat tahun kemudian, Inggris berhasil membalas kekalahan saat menghadapi Argentina pada fase grup Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Gol tunggal David Beckham melalui titik penalti membawa Inggris menang 1-0 sekaligus menjadi momen penebusan bagi sang kapten setelah kritik yang diterimanya pada edisi sebelumnya. Sejak saat itu, setiap pertemuan kedua negara selalu dipenuhi antusiasme tinggi dari para penggemar sepak bola dunia.
Hingga kini peretemuan kedua rival penuh drama itu tetap dianggap sebagai salah satu rival terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Rivalitas yang telah berlangsung selama puluhan tahun itu menghadirkan berbagai kisah dramatis, mulai dari gol kontroversial, aksi individu terbaik sepanjang masa, hingga pertandingan yang sarat gengsi. Setiap kali kedua tim bertemu di panggung dunia, laga tersebut selalu menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....