Curacao Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026

  • 28 Jun 2026 09:57 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Curacao kembali menjadi sorotan dunia sepak bola setelah mencatatkan sejarah pada ajang Piala Dunia FIFA 2026. Negara kepulauan di kawasan Karibia yang berpenduduk sekitar 156 ribu jiwa itu menjadi negara dengan jumlah penduduk terkecil yang pernah berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Islandia pada edisi 2018.

Keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Curacao tampil impresif sepanjang babak kualifikasi dengan catatan tidak terkalahkan, membukukan tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang. Konsistensi itu mengantarkan mereka menembus panggung sepak bola terbesar dunia sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan jumlah penduduk bukan penghalang untuk bersaing di level tertinggi.

Di balik pencapaian tim berjuluk La Familia Azul itu, terdapat sosok penting yang turut mencuri perhatian, yakni Dr. Suzanne Huurman. Dokter kelahiran Brasil yang menempuh pendidikan kedokteran di Belanda tersebut dipercaya memimpin departemen medis Timnas Curacao. Sebelumnya, ia juga pernah berkarier di sejumlah klub elite Eropa, termasuk Real Madrid dan PSV Eindhoven.

Pada Piala Dunia 2026, Dr. Suzanne Huurman menjadi satu-satunya perempuan yang menjabat sebagai kepala staf medis di antara 48 negara peserta. Posisinya juga menempatkannya sebagai dokter perempuan ketiga yang pernah menjadi dokter utama tim nasional pria sepanjang hampir 96 tahun sejarah penyelenggaraan Piala Dunia FIFA.

Sejarah kembali tercipta ketika Curacao menghadapi Jerman pada fase grup Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah turnamen putra FIFA yang seluruh tim medis di sisi lapangan diisi oleh perempuan, mulai dari dokter pertandingan FIFA, dokter tim Curacao, dokter tim Jerman hingga dokter layanan darurat.

Direktur Medis FIFA, Dr. Andrew Massey, menyebut momen tersebut sebagai contoh positif bagi perkembangan dunia kedokteran olahraga. Menurutnya, kehadiran perempuan dalam posisi kepemimpinan di bidang medis sepak bola diharapkan mampu membuka jalan dan menginspirasi lebih banyak tenaga medis perempuan untuk berkiprah di level internasional.

Menariknya, Dr. Suzanne Huurman mengaku tidak langsung menyadari bahwa dirinya tengah mencatatkan sejarah. Ia mengatakan telah terbiasa menjadi satu-satunya atau salah satu dari sedikit perempuan di lingkungan kerja yang didominasi laki-laki. Baginya, kompetensi, profesionalisme, dan kualitas kerja merupakan faktor utama yang menentukan kepercayaan, bukan persoalan gender.

Kisah Curacao menjadi bukti bahwa ukuran wilayah maupun jumlah penduduk bukan penentu utama prestasi. Dengan kerja keras, manajemen yang baik, serta sumber daya manusia yang kompeten, negara kecil sekalipun mampu menghadirkan sejarah besar di panggung olahraga dunia sekaligus membawa pesan kuat tentang kesetaraan dan profesionalisme.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....