Piala Dunia 2026: Prancis dan Belanda Jadi Tim Jagoan Pertuni Riau

  • 12 Jun 2026 16:38 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Semarak turnamen sepak bola terakbar di dunia tidak hanya milik mereka yang dapat menyaksikan siaran visual. Melalui perhelatan "Dengar Bareng Pesta Bola Dunia 2026" yang berlangsung pada Jumat 12 Juni 2026, Ketua DPD Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Provinsi Riau, Zulfikar, turut membagikan pandangan serta analisisnya mengenai peta kekuatan tim-tim besar yang berlaga tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, Zulfikar mengungkapkan pandangannya mengenai dinamika kompetisi sepak bola dunia dari masa ke masa. Jika pada turnamen-turnamen terdahulu ia mengunggulkan tim seperti Turki dan Spanyol, kini ia melihat adanya pergeseran dominasi kekuatan sepak bola yang mengarah pada tim-tim kuat Eropa lainnya.

"Saya ya pilihan dunia, nama-nama itu ya berjalan sukses lah dengan memang melahirkan pemain-pemain bola dunia. Walaupun mungkin kalau dulu saya tim tanggungan kehandalan saya itu kayak Turki, kalau dulu Sepanyol, tapi kalau sekarang kurang dengan tim itu. Saya justru berpandangan bahwa sekarang ini ada kemungkinan ya seperti Perancis atau Belanda," ujar Zulfikar saat menganalisis jalannya kompetisi.

Menurutnya, konsistensi Prancis dan Belanda dalam meregenerasi pemain bintang menjadi alasan kuat mengapa kedua negara tersebut berpotensi besar melangkah jauh hingga ke babak final pada edisi Piala Dunia kali ini.

Selama jalannya acara dengar bareng, Zulfikar bersama rekan-rekan disabilitas netra tampak fokus mendengarkan setiap detail jalannya pertandingan yang disiarkan. Ia bahkan sempat mengomentari salah satu momen krusial yang sedang disiarkan oleh komentator radio mengenai jalannya pertandingan di lapangan.

"Kali ini sedang bebas ataupun pelajaran dari offset (offside) yang diadukkan oleh para pemain Ceko. Coba diambil kali ini oleh Kiper dari Periakin," ucapnya saat menyimak dinamika laga yang sedang berlangsung.

Bagi para penyandang disabilitas netra, informasi yang cepat dan akurat dari siaran radio sangat krusial. Zulfikar menjelaskan bahwa ketika informasi dari komentator diterima, para anggota Pertuni langsung merespons dengan membangun imajinasi kolektif agar tetap bisa merasakan ketegangan pertandingan seolah-olah berada di stadion.

"Ketika kami dapat informasi, teman-teman harus berpura-pura, teman-teman harus berpura-pura, teman-teman harus berpura-pura," tambahnya, menggambarkan bagaimana mereka mensimulasikan situasi di lapangan dalam pikiran mereka berdasarkan deskripsi audio yang diterima.

Melalui kegiatan ini, PERTUNI Riau berharap aksesibilitas informasi olahraga terus meningkat, sehingga seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dapat terus menikmati euforia olahraga global ini dengan setara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....