Piala Dunia 2026: Grup H, Profil Timnas Spanyol

  • 10 Jun 2026 17:02 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Spanyol berhasil memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 dan siap kembali bersaing di panggung sepak bola terbesar dunia. La Roja bertekad menebus kegagalan pada edisi sebelumnya di Qatar sekaligus memburu gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah mereka.

Dikutip dari laman fifa.com/id, pada Rabu, 10 Juni 2026, tim asuhan Luis de la Fuente datang ke Amerika Utara dengan modal yang sangat meyakinkan. Spanyol menjadi salah satu kandidat kuat juara setelah sukses menjuarai EURO 2024 dan mencapai final UEFA Nations League 2024–2025.

Perjalanan Spanyol menuju putaran final berlangsung hampir sempurna. Mereka meraih kemenangan kandang dan tandang atas Bulgaria serta Georgia, sedangkan satu-satunya poin yang hilang terjadi saat bermain imbang 2-2 melawan Turki pada pertandingan terakhir kualifikasi di Sevilla.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Luis de la Fuente yang mulai menangani tim senior Spanyol sejak Desember 2022. Mantan pelatih tim U-19 dan U-21 itu mampu mengembangkan gaya bermain dengan memadukan penguasaan bola, serangan balik, serta transisi cepat yang efektif.

Selain mengandalkan permainan kolektif, De la Fuente juga sukses memaksimalkan potensi para pemain muda berbakat yang dimiliki Spanyol. Nama-nama seperti Pau Cubarsi, Huijsen, Nico Williams, dan Lamine Yamal menjadi bagian penting dalam kebangkitan La Roja di level internasional.

Spanyol pun berharap dapat mengulang kesuksesan yang pernah mereka raih pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Di bawah arahan Vicente del Bosque, generasi emas yang diperkuat Iker Casillas, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Sergio Ramos, dan Fernando Torres sukses mempersembahkan gelar juara dunia pertama bagi negara tersebut.

Sebaliknya, penampilan Spanyol pada Piala Dunia 2022 di Qatar meninggalkan kekecewaan bagi para pendukungnya. Setelah membuka turnamen dengan kemenangan telak 7-0 atas Kosta Rika, mereka harus tersingkir di babak 16 besar usai kalah adu penalti dari Maroko.

Ketajaman lini depan menjadi salah satu masalah yang dihadapi tim asuhan Luis Enrique pada turnamen tersebut. Dominasi penguasaan bola yang menjadi ciri khas permainan Spanyol tidak mampu membongkar pertahanan rapat Maroko, sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Spanyol sendiri memiliki sejarah panjang di ajang Piala Dunia sejak tampil untuk pertama kalinya pada edisi 1934. Saat itu, mereka mampu menyingkirkan Brasil sebelum langkahnya dihentikan Italia di perempat final, yang kemudian melaju hingga meraih gelar juara dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....