Strategi Antonius yang Bikin Ganda Putra Tampil Gacor saat Berhadapan Thailand
- 28 Apr 2026 16:06 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Keputusan berani tim pelatih ganda putra Indonesia terbukti jitu saat skuad Merah Putih menundukkan Thailand dengan skor 3-2 pada laga kedua Grup D ajang Thomas Cup Finals 2026.
Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, mengungkapkan strategi utama tim adalah menurunkan pemain yang berada dalam kondisi paling siap untuk menghadapi laga krusial tersebut. Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran legenda bulutangkis Indonesia Hendra Setiawan yang turut mendampingi Antonius di ajang Thomas Cup 2026 ini.
Menurut Antonius, kondisi Muhammad Shohibul Fikri yang kurang fit membuat tim pelatih melakukan perubahan komposisi dengan memasangkan Fajar Alfian bersama Nikolaus Joaquin di sektor ganda kedua.
“Kami menurunkan pemain yang berada dalam kondisi paling siap untuk menghadapi pertandingan melawan Thailand. Mengingat kondisi Fikri yang saat ini kurang fit, kami memutuskan untuk memasangkan Fajar dengan Joaquin sebagai ganda kedua,” ujar Antonius dikutip dari laman resmi PBSI.
Ia menjelaskan, pemilihan Fajar bukan tanpa alasan. Karakter permainan cepat milik Fajar dinilai sangat cocok dengan kondisi arena pertandingan di Horsens yang memiliki laju shuttlecock cepat.
Selain itu, pengalaman Fajar di turnamen beregu internasional dinilai menjadi faktor penting untuk mendampingi Joaquin, terutama bila pertandingan berlangsung dalam tekanan tinggi.
“Pemilihan Fajar didasarkan pada karakter permainannya yang dinilai sangat sesuai dengan laju shuttlecock yang cepat di sini. Selain itu, dari segi pengalaman dan jam terbang, kami meyakini bahwa Fajar mampu membantu Joaquin untuk tampil secara optimal, terutama apabila pertandingan menjadi penentu kemenangan,” katanya.
Antonius menambahkan, rotasi pasangan bukan hal baru bagi tim ganda putra Indonesia. Dalam latihan, berbagai kombinasi pasangan sudah sering dicoba sehingga proses adaptasi berjalan lebih cepat.
Strategi tersebut terbukti efektif. Pada partai keempat yang menjadi penentu, pasangan Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin sukses mengalahkan Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul lewat pertarungan sengit tiga gim 19-21, 21-17, 25-23.
Sebelumnya, Indonesia sempat tertinggal setelah tunggal putra pertama Jonatan Christie kalah dramatis dari Kunlavut Vitidsarn dengan skor 16-21, 22-20, 20-22.
Indonesia kemudian menyamakan kedudukan lewat kemenangan ganda putra pertama Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani atas Chaloempoen Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-nga 21-17, 21-18.
Namun Thailand kembali unggul usai tunggal kedua Alwi Farhan menyerah dari Panitchapon Teeraratsakul dengan skor 21-14, 17-21, 16-21.
Setelah Fajar/Joaquin menyamakan skor menjadi 2-2, kemenangan Indonesia dipastikan oleh tunggal ketiga Moh Zaki Ubaidillah yang tampil dominan mengalahkan Tanawat Yimjit 21-11, 21-12.
Sabar Karyaman Gutama mengaku senang bisa menjalani debut di Thomas Cup sekaligus menyumbang poin penting bagi Indonesia. “Pastinya senang banget bisa main pertama kali di Thomas Cup walau lumayan tadi ada pressure yang dirasakan karena kita tahu tim sedang ketinggalan. Tapi alhamdulillah kami bisa amankan poin untuk mudah-mudahan menambah kepercayaan diri teman-teman yang main setelah kami dan bisa membawa Indonesia menang,” ujarnya.
Meski menang, Sabar mengakui masih ada evaluasi terutama saat kehilangan fokus di gim kedua setelah sempat unggul jauh. Kemenangan ini menjaga peluang Indonesia untuk keluar sebagai juara Grup D dan melangkah ke babak perempat final dengan posisi lebih menguntungkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....