Etape 11 Tour de France Pecahkan Rekor Kecepatan Baru

  • 16 Jul 2026 12:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Etape ke-11 Tour de France 2026 menjadi balapan jalan raya tercepat dalam 123 tahun sejarah penyelenggaraan dengan rata-rata kecepatan 50,91 km/jam.
  • Søren Wærenskjold dari tim Uno-X Mobility memecahkan rekor kecepatan yang sebelumnya dipegang Mario Cipollini selama 26 tahun.
  • Para pembalap menyelesaikan etape sejauh 161,3 kilometer sekitar 15 menit lebih awal dari estimasi panitia karena profil rute yang datar dan serangan agresif sejak awal balapan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Etape ke-11 Tour de France 2026 mencatat sejarah sebagai balapan jalan raya tercepat selama 123 tahun penyelenggaraan. Søren Wærenskjold meraih kemenangan sekaligus memecahkan rekor kecepatan rata-rata yang bertahan selama 26 tahun.

Panitia semula memperkirakan rombongan finis di Nevers pukul 17.31 waktu setempat pada Rabu, 15 Juli 2026. Kenyataannya, para pembalap sudah menyelesaikan etape sekitar 15 menit lebih awal.

Wærenskjold menyelesaikan etape sejauh 161,3 kilometer itu dalam tiga jam, 10 menit, enam detik. Pembalap Uno-X Mobility itu membukukan kecepatan rata-rata 50,91 kilometer per jam.

Catatan tersebut melampaui rekor Mario Cipollini pada etape keempat Tour de France 1999. Rekor sebelumnya bertahan dengan rata-rata kecepatan 50,36 kilometer per jam.

Wærenskjold mengaku tidak menyangka etape itu menjadi yang tercepat sepanjang sejarah. Ia sedikit terkejut karena balapan berlangsung tidak terlalu berat.

"Etape ini tidak terlalu panjang, Anda bisa melihat kecenderungan di peloton yang selalu menjaga jarak kelompok terdepan sekitar satu menit. Dalam dunia balap sepeda, semuanya kini berjalan semakin cepat, tetapi kami sudah cukup terbiasa dengan kondisi seperti itu,” ujar Wærenskjold.

Etape tersebut tidak diwarnai angin belakang yang kuat sepanjang lintasan. Namun, profil rute yang relatif datar membantu pembalap mempertahankan kecepatan tertinggi.

Selain itu, kelompok terdepan langsung menyerang sejak awal balapan dimulai. Tim-tim sprinter juga terus mengejar agar peluang finis bersama tetap terbuka.

Juara bertahan Tadej Pogačar juga merasakan tingginya tempo meski sepanjang hari berada di dalam peloton. Ia bahkan menyadari sejak pertengahan etape bahwa finis akan berlangsung sangat cepat.

“Kami langsung tahu hari ini finisnya akan sangat cepat. Menyenangkan bisa menjadi bagian dari etape tercepat Tour,” ujar Pogačar.

Pada kilometer-kilometer terakhir, peloton sempat mengurangi tempo setelah kelompok sprint tertangkap. Wærenskjold kemudian memanfaatkan situasi itu untuk melancarkan serangan penentu kemenangan dan mencetak rekor baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....