Kepri Mundur, Sumbar Berpeluang Selamatkan Porwil XII
- 15 Jul 2026 12:34 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menyampaikan pengunduran diri sebagai tuan rumah Porwil Sumatera XII Tahun 2027 secara resmi kepada KONI se-Sumatera dan KONI Pusat. Informasi tersebut juga telah diterima KONI Riau melalui Wakil Ketua I KONI Riau, Khairul Fahmi.
Khairul Fahmi mengatakan, saat ini KONI se-Sumatera sedang melakukan pembahasan untuk menentukan daerah yang siap mengambil alih penyelenggaraan Porwil 2027. Menurutnya, langkah cepat perlu dilakukan agar agenda olahraga terbesar di tingkat regional Sumatera tersebut tetap berjalan sesuai rencana.
"Kepri sudah menyampaikan surat pengunduran diri kepada KONI se-Sumatera dan KONI Pusat. Sekarang kami sedang mencari alternatif penyelamat Porwil. Ini bukan pertama kali terjadi, karena pada 2023 Aceh yang semula menjadi tuan rumah juga mengundurkan diri dan akhirnya Riau yang menyelenggarakannya," ujar Khairul Fahmi, Rabu 15 Juli 2026.
Ia menjelaskan, saat ini Provinsi Sumatera Barat dikabarkan siap menjadi alternatif tuan rumah. Bahkan KONI Riau telah berbagi pengalaman mengenai langkah-langkah teknis yang pernah dilakukan saat mengambil alih penyelenggaraan Porwil sebelumnya. Menurutnya, keberlangsungan Porwil sangat penting karena menjadi satu-satunya ajang kualifikasi PON di Indonesia yang menggunakan sistem kompetisi tingkat wilayah.
"Porwil ini menjadi kebanggaan Sumatera. Ini satu-satunya wilayah yang menggunakan Porwil sebagai babak kualifikasi menuju PON sekaligus menjadi ajang uji coba pelaksanaan multievent tingkat regional. Karena itu kami berharap pelaksanaannya tetap bisa diselamatkan," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kota Pekanbaru, Nabawi, berharap Porwil Sumatera XII tetap dapat terlaksana. Menurutnya, apabila ajang tersebut batal digelar, maka masing-masing cabang olahraga harus menggelar kejuaraan wilayah secara mandiri sebagai jalur perebutan tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Hal itu dinilai akan membuat proses kualifikasi menjadi lebih rumit dan membutuhkan koordinasi yang lebih besar di setiap cabang olahraga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....